Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Siswa Perbatasan Bisa Daftar ke Luar Zona

Sistem Zonasi PPDB SMP Lebih Fleksibel

22 Mei 2019, 23: 22: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Siswa Perbatasan Bisa Daftar ke Luar Zona

Share this          

NGANJUK – Peraturan sistem zonasi  dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Kabupaten Nganjuk lebih fleksibel. Terutama bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tetapi berbeda zona. Untuk kasus seperti itu, dinas pendidikan (disdik) membolehkan siswa mendaftar ke sekolah di luar zona.

          Kabid  Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Suroto mengatakan, pada prinsipnya, PPDB SMP ingin memudahkan siswa mendapatkan sekolah. Sesuai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), siswa cukup mendaftar  ke sekolah terdekat. “Itu prinsipnya di permendikbud. Siswa bisa sekolah yang dekat dengan rumah,” ujar Suroto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Dengan prinsip itu, Suroto mengungkapkan, aturan sistem zonasi PPDB SMP bisa dibuat lebih lentur. Karenanya, siswa bisa mendaftar ke SMP terdekat meskipun zonanya berbeda. “Silakan mendaftar ke luar zona. Asalkan jarak rumah lebih dekat,” terangnya.

          Untuk menyamakan presepsi tersebut, menurut Suroto, kemarin kepala SMP yang tergabung dalam musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) menggelar pertemuan. Intinya, jika ada kasus tersebut sekolah bisa saling memahami. “Alhamdulillah sekolah bisa menerima,” ungkap mantan kepala SMPN 2 Ngronggot ini.

          Di Kabupaten Nganjuk, Suroto mengakui ada beberapa desa yang sebenarnya lebih dekat dengan SMP yang berada di luar zona. Dia mencontohkan Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang. Sesuai aturan zonasi, siswa yang berdomisili di desa tersebut bersekolah di zona III yang meliputi Gondang, Ngluyu, dan Rejoso.

          Namun, jarak rumah mereka lebih dekat bersekolah di SMPN 1 Sukomoro yang masuk I. Jaraknya hanya sekitar 2-3 kilometer  ke sekolah. Sedangkan jika harus mendaftar ke SMPN 1 dan 2 Gondang, jaraknya lebih jauh. “Ada sampai 6 kilo meter,” tandasnya.

          Hal yang sama dialami siswa asal Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso di zona III. Jarak rumah siswa di sana lebih dekat dengan SMPN 1 Bagor di zona I. Selain jarak yang lebih dekat, akses jalan juga lebih mudah.

          Suroto menegaskan, kemudahan tersebut hanya berlaku untuk siswa yang rumahnya berada di perbatasan dengan sekolah di luar zona. Selebihnya, sekolah harus mematuhi sistem zonasi.

          Karena itulah, saat mendaftar nanti, siswa harus bisa menunjukkan surat keterangan zona di google map. Surat tersebut memuat jarak rumah dengan sekolah yang diketahui kepala SD/MI. “Nanti sekolah kami buat seragam seperti aturannya,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia