Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pendaftar Nihil, Pansel Ubah Pengumuman Lelang

22 Mei 2019, 23: 14: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

kursi jabatan

Share this          

NGANJUK – Peluang calon pelamar lelang jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama yang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun lebih besar untuk lolos ke tahap berikutnya. Hal tersebut sesuai perubahan pengumuman lelang yang dikeluarkan panitia seleksi (pansel). Sayangnya, sampai kemarin belum ada pejabat yang mengajukan lamaran.

          Ketua Pansel Lelang JPT Pratama Kabupaten Nganjuk Tauchid Djatmiko mengatakan, pihaknya mengunggah aturan baru terkait lelang jabatan dalam pengumuman di laman pemkab pada 20 Mei lalu. Intinya, pansel lebih mengutamakan pelamar  yang punya pengalaman minimal 5 tahun untuk lowongan yang dilamar. “Kami sudah umumkan perubahannya,” ujar Tauchid kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Perubahan pengumuman itu, menurut Tauchid merupakan bentuk respons dari minimnya jumlah pendaftar. Pasalnya, sejak dibuka 10 Mei lalu, terhitung sampai Sabtu (18/5), belum ada satu pelamar yang menyerahkan berkas pendaftaran ke pansel. “Kami khawatir tidak ada pelamar,” lanjutnya.

          Sebelum adanya perubahan itu, pansel sudah mengumumkan penjelasan poin g dalam ketentuan umum pendaftaran lelang jabatan. Di sana disebutkan, setiap pelamar yang tidak memiliki pengalaman minimal 5 tahun yang tertuang di poin g, hanya bisa melamar ke lowongan yang berada di bawah koordinasi asisten serumpun.

Baik itu asisten administrasi umum, asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, dan asisten ekonomi dan pembangunan (ekbang). Setelah dievaluasi, Tauchid mengungkapkan, pembatasan di bawah rumpun asisten itu membatasi jumlah pelamar di lowongan tertentu. Karenanya, dengan perubahan pengumuman, pihaknya tidak membatasi lagi. “Sekarang boleh melamar ke mana pun. Tidak tergantung rumpun asisten,” terangnya.

          Meski demikian, lanjut dia, pengalaman minimal lima tahun tetap melekat. Karenanya, calon pelamar yang memiliki pengalaman lebih diutamakan dibanding yang belum berpengalaman.

          Dia lantas mencontohkan ada calon pelamar dari dinas pendidikan (disdik). Selama menjabat, pejabat tersebut belum pernah memiliki pengalaman di OPD lain. Saat melamar, yang bersangkutan bisa melamar ke OPD mana pun. Misalnya saja badan kepegawaian daerah (BKD). “Nanti bisa bersaing dengan calon pelamar yang berpengalaman di BKD,” tandasnya.

          Untuk teknisnya, menurut Tauchid, pansel akan memberi poin tambahan kepada calon pelamar yang berpengalaman. Dari sanalah, mereka yang berpengalaman lebih diuntungkan. “Poinnya lebih besar untuk yang punya pengalaman,” tandas pria yang juga kepala kantor regional II badan kepegawaian negara (BKN) Surabaya ini.

          Sampai kemarin, Tauchid mengaku belum ada pendaftar yang menyerahkan berkas. Namun, pihaknya optimistis setelah ada perubahan pengumuman, calon pelamar bisa segera mendaftar ke pansel.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia