Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tim Gabungan Sidak di Pasar Modern Kediri

22 Mei 2019, 16: 34: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

sidak makanan hypermart

TELITI :  Joni Idrus (batik coklat/dua dari kanan) menunjukkan kemasan makanan yang tak berlabel kepada pegawai Hypermart saat sidak kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kepatuhan produsen makanan jadi dan para penjualnya terkait aturan masih rendah. Mereka masih saja menjual produk yang tak aman bagi konsumen. Yaitu menyediakan bahan makanan yang tak ada label kedaluwarsanya.

Seperti yang ditemukan tim dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri kemarin. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Hypermart mereka menemukan beberapa kemasan makanan tanpa label. Pihak Hypermart pun diminta untuk memusnahkan barang dagangannya itu. Karena dianggap tak memenuhi ketentuan edar.

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kediri Joni Idrus Setiawan mengatakan, salah satu jenis makanan yang tak berlabel itu adalah sosis curah. “Sosis tersebut pelabelannya kurang dekat dengan produk. Tanggal kedaluwarsa juga tidak dicantumkan,” katanya usai sidak di pasar modern yang berada di Kediri Town Square itu kemarin sore.

Selain itu juga ada otak-otak yang sama sekali tidak ada identitas produk. Kemasan yang digunakan juga hanya berupa plastik polos. Menurut Joni, keadaan tersebut akan menyulitkan konsumen. Mereka tidak akan tahu sama sekali deskripsi dari produk tersebut. Padahal, konsumen berhak tahu kualitas dan mutu dari produk yang dibeli. “Tidak tahu identitasnya bagaimana, kualitas dari produk seperti apa. Jadi itu melanggar undang-undang perlindungan konsumen,” tegasnya.

Tak hanya dua produk itu saja yang menjadi perhatian dalam sidak gabungan antara disperdagin, loka POM, dan UPT Perlindungan Konsumen itu. Satu produk lagi adalah makanan beku ( frozen) yang belum teregristrasi makanan dalam negeri (MD) oleh BPOM.

Disinggung terkait tindakan setelah ada temuan-temuan tersebut, Joni menyebut bahwa kemarin merupakan salah satu upaya pembinaan terhadap produsen. Sehingga untuk produk yang sama sekali tidak ada label dimusnahkan. “Pihak pemilik sarana yang memusnahkan. Kami yang menyaksikan,” jawabnya. Sementara, untuk produk beku yang hanya terdaftar pangan olahan industri rumah tangga (PIRT) Joni menyarankan untuk dikembalikan ke supplier.

Selain makanan setengah jadi, kemarin juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap makanan berupa biskuit kaleng. Joni menyampaikan kondisinya sudah bagus. Hanya yang menjadi perhatian dan sering tidak sesuai ketentuan adalah makanan yang disimpan beku.

Joni menyarankan pada produsen makanan bahwa harus sesuai ketentuan standar yang ditetapkan BPOM. Seperti kemasan yang harus bagus tanpa adanya kerusakan. Label pun juga harus komplet. Mulai komposisi, informasi pembuat dan nomor registrasi. “Kemudian produk harus mempunyai izin edar yang sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Terakhir adalah informasi kedaluwarsa. “Seperti hasil pemeriksaan tadi (kemarin, Red). Sosisnya tidak ada informasi kedaluwarsa, konsumen kan jadi tidak tahu kualitasnya,” terang Joni.

Joni menegaskan, selama ini ada aplikasi untuk mengetahui suatu produk layak untuk izin edar atau tidak. Terutama untuk registrasi izin MD. Sementara untuk PIRT masih belum ada.

Di tempat yang sama, Kepala Disperdagin Yetty Sisworini menambahkan, kegiatan sidak kemarin merupakan agenda untuk melindungi masyarakat dari produk. Khususnya makanan yang tidak memenuhi ketentuan edar. Terutama menjelang Lebaran seperti saat ini. Tidak seperti sidak tahun lalu, saat ini Yetty menegaskan ada tambahan personil dari Loka POM dan UPT Perlindungan Konsumen Jatim Wilayah Kediri.

“Tahun ini sudah banyak peningkatan. Jika tahun lalu kita sempat temukan produk yang kedaluwarsa, namun saat ini dari hasil pemeriksaan BPOM sudah baik semua. Hanya label-labelnya saja yang masih kurang,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya sidak gabungan seperti yang dilakukan kemarin, itu sangat membantu sekali dalam sinergitas antarlembaga, khususnya di Kota Kediri. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Loka POM dan UPT Perlindungan Konsumen yang bisa bekerjasama dengan Disperdagin Kota Kediri dalam menciptakan Ramadan di Kota Kediri yang kondusif.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia