Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Mantan Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kediri Berbagi Kenangan

Tetap Jalankan Mandat meski Kaki Terasa Berat

22 Mei 2019, 16: 25: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

kejari kabupaten kediri

SEPERTI KELUARGA: Erfan (kiri), Subroto (tengah) dan Arie (kanan) bersama istri masing-masing saat perpisahan di Kejari Kabupaten Kediri pada Kamis (16/5) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Arie dan Erfan sudah menganggap Kejari Kediri sebagai rumah. Kini, mereka harus berpindah ke tempat dan jabatan barunya. Banyak kenangan yang tak akan bisa mereka lupakan.

ANDHIKA ATTAR

Sinar rembulan mengiringi perpisahan dua mantan kepala seksi (kasi) di institusi Adhyaksa Kabupaten Kediri. Ucapan dan doa pun digelontorkan. Bergantian teman sejawat memberi pelukan. Mengantar dua kolega mereka yang berpindah tugas. Yaitu Kasi intelijen Arie Satria dan Kasi Pidsus Erfan Efendy.

Seakan dikomando, pemain keyboard pun memelankan ritme lagunya. Nada-nada minor dipilih. Menyayat hati. Menggetarkan sanubari. Air mata para undangan pun banyak yang berlinang.

Raut sedih terlihat lebih nyata di wajah kedua penggawa Kejari yang akan berpindah tugas tersebut. Ditemani istri masing-masing, Arie dan Erfan pun dihujani jabatan tangan hingga pelukan.

Dari kejauhan, ekor mata Arie sudah mulai terlihat air yang menggumpal. Dengan tetap menebar senyum, ia menjabati tangan rekan-rekannya. Beruntung, air mata tak sampai tumpah. Sepertinya sekuat tenaga ia menahannya.

“Ah, nggak, wajarlah. Namanya juga terbawa perasaan. Baper dikitlah,” elak Arie sembari tertawa lepas saat ditemui di sela acara perpisahan pada Kamis (16/5) lalu.

Sedikit berbeda, Erfan nampak lebih tegar. Meskipun dia mengaku hatinya juga sangat berat berpindah tugas dari Kejari Kabupaten Kediri. “Sangat berat rasanya meninggalkan semua yang ada di sini,” ujar Erfan singkat,  sambil kembali menyesap kopi yang dipegang di tangan kanannya.

Keduanya mengaku telah mendapatkan kedekatan personal dengan semua yang ada di Kejari Kabupaten Kediri. Suasana, orang-orangnya, cara kerjanya, hingga sosok Kajari Subroto yang sangat mereka jadikan panutan. Semua aspek yang ada di sana itu sudah dianggapnya sebagai sebuah rumah.

Arie memang baru sembilan bulan yang lalu masuk di Kejari Kabupaten Kediri. Berbeda dengan Erfan yang sudah berada di sana sejak sekitar 2,5 tahun yang lalu. Namun, Arie pun mengaku bahwa sejak masuk di Kejari Kabupaten Kediri, ia sudah merasakan hal yang positif.

Suasana yang dibangun oleh Kajari Subroto dinilai sangatlah memudahkan bagi ia dan rekan-rekan untuk berkembang. Lebih dari itu, untuk mengabdi. Arie sendiri mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.

“Adaptasi sangat mudah. Berkat arahan dan bimbingan Bapak Kajari semuanya dapat berjalan dengan baik,” papar pria kelahiran Jakarta tersebut.

Begitu pula dengan Erfan. Pertama kali masuk ke Kejari Kabupaten Kediri, ia tak lantas menjadi canggung. Tangan terbuka semua orang yang ada di sana menjadi salah satu yang memudahkannya untuk adaptasi. Terlebih dengan persamaan watak antara dirinya dengan Kajari Subroto.

“Bapak (Kajari Subroto, Red) sukanya berbicara apa adanya, saya juga. Bapak tidak suka basa-basi, saya pun seperti itu. Kami banyak memiliki persamaan. Mungkin itu yang membuat saya merasa cocok dengan gaya Bapak,” ungkap pria kelahiran Sumenep tersebut.

Bagi mereka, Kajari Subroto tak hanya sebagai atasan saja. Pria dengan kumis tebalnya tersebut juga sudah dianggap sebagai ayah, kakak, dan teman. Kedekatan mereka terlihat saat perpisahan tersebut. Di sela-sela haru, mereka masih menyempatkan hadirkan tawa. Bersenda gurau. Hangat.

Acara perpisahan tersebut seakan tidak ingin ditutup dengan tangis oleh jajaran Kejari Kabupaten Kediri. Mereka pun kompak untuk bernyanyi bersama. Menikmati malam berharga sebelum ditinggalkan kedua anggota keluarganya untuk berpindah tugas di tempat baru.

Meskipun begitu, keduanya kompak mengaku akan menyempatkan berkunjung kembali ke Kediri jika ada waktu. “Tentu. Bagaimana juga di sini sudah kami anggap sebagai rumah. Lagipula, kami juga masih di Jawa Timur,” tutur Arie.

Selain akan merindukan rekan-rekannya, Arie mengaku juga akan merindukan Soto Podjok yang ada di jalan Dhoho, Kota Kediri. Sedangkan Erfan yang notabene bukan penggemar kuliner, mengaku akan merindukan nasi goreng arang. “Baru di sini saya tahu nasi goreng yang menggunakan arang,” celetuknya diikuti dengan tawa lepas.

Kejari Kabupaten Kediri bagi keduanya adalah rumah. Tempat kembalinya mereka yang asik berpetualang. Di mana lelah bisa disulap menjadi tawa sumringah.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia