Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Zonasi PPDB SMP Kediri: Kabupaten 4, Kota 1

22 Mei 2019, 16: 13: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb smp kediri

SOSIALISASI: Beberapa kepala sekolah keluar sembari membawa tumpukan berkas usai mengikuti sosialisasi tentang PPDB di Kabupaten Kediri di kantor disdik, (20/5). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN ­­­­­- Dua cara berbeda digunakan dua daerah dalam menyikapi Permendikbud tentang zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP. Di Kota Kediri, mereka hanya menerapkan satu zona saja. Sehingga semua lulusan sekolah dasar (SD) berpotensi sama untuk masuk ke seluruh SMP di Kota Kediri. Sementara di Kabupaten Kediri, pihak dinas pendidikan (disdik) menerapkan empat pembagian wilayah.

Di Kabupaten Kediri, pembagian zona berdasarkan pada wilayah eks-koordinator kecamatan (korcam). Yaitu eks-Korcam Pare, Papar, Ngadiluwih, dan Grogol.

“Di dalam eks-korcam tersebut terdiri beberapa kecamatan di Kabupaten Kediri,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sujud Winarko, melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Purwiaji, saat dihubungi  (20/5).

Pemilihan sistem zonasi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Ada beberapa dasar atau landasan yang memicu penerapan aturan tersebut. Salah satunya adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga dalam usia sekolah untuk mendapatkan layanan pendidikan.

“Sistem wilayah ini juga dimaksudkan agar dapat mendekatkan jarak antara tempat tinggal atau domisili siswa dengan sekolah tujuan,” terangnya.

Seleksi berdasarkan zonasi jalur reguler tersebut ditentukan berdasarkan peringkat yang dihitung dari jarak. Yaitu dari rumah atau tempat tinggal peserta menuju sekolah tujuan. Perhitungan jarak itu sendiri nantinya akan menggunakan fitur share location pada aplikasi Google Maps.

Semakin dekat domisili calon peserta tersebut dengan sekolah tujuan, maka kemungkinan diterima akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya. “Seumpama ada peserta yang tempat tinggal di depan sekolah tujuan, ya peluangnya sangatlah besar diterima di sekolah tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, jika terdapat jarak yang sama antar calon peserta maka peringkat ditentukan berdasarkan siapa yang melakukan verifikasi lebih awal. Dibuktikan dengan tanggal dan waktu yang tercantum dalam cetak bukti verifikasi tersebut.

Terkait dengan zonasi ini, disdik sedang gencar melakukan sosialisasi dan pembimbingan kepada seluruh stakeholder. Disdik mengklaim bahwa stakeholder yang ada tersebut telah memahami sistem zonasi tersebut.

Pihaknya juga telah mengagendakan untuk memberikan sosialisasi kepada jajaran muspika, guru SD dan SMP, hingga wali murid. Rencananya, sosialisasi tersebut akan dilakukan di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Kediri secara bergiliran. “Kami membentuk empat tim untuk memberikan sosialisasi tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, di Kota Kediri, berlaku satu zona saja untuk PPDB kali ini. Artinya, semua lulusan SD bisa mendaftar di SMP mana juga di Kota Kediri. Hal ini jelas bertolak belakang dengan aturan dalam permendikbud.

“Mereka diterima berdasarkan nilai USBN dan diperuntukkan bagi warga Kota Kediri,” kata Kadisdik Kota Kediri Siswanto.

Sistem pembagian wilayah baru diterapkan untuk jenjang SD dan TK. “Zona TK dibagi per kecamatan. Untuk SD per kelurahan,” sambung Siswanto.

Penetapan peraturan walikota (perwali) tentang PPDB dengan satu zona di Kota Kediri itu disambut baik oleh Dewan Pendidikan. Alasannya, zonasi di Kota Kediri telah sesuai apa yang diharapkan. Tidak ada pemecahan antarkecamatan dan wilayah yang bisa mengakibatkan ketidakmerataan pendidikan di Kota Tahu.

 “Kami mendukung penuh terbitnya Perwali dan Pedoman Teknis (Domnis) PPDB 2019/2020 yang telah menetapkan 1 zonasi saja untuk SMP,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri Heri Nurdianto.

Menurutnya dengan hanya menetapkan satu zona bisa membuka peluan gbesar siswa Kota Kediri memilih sekolah negeri. Karena pada jalur zonasi online yang bisa mendaftar hanya warga Kota Kediri.

Hal ini pun memang telah menjadi keinginan Dewan Pendidikan. Ia menyetujui karena sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran akibat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 jika zonasi diterapkan di Kota Kediri. Ia menyebut kota tidak cocok jika harus ada pembatasan wilayah untuk sekolah. Terutama jenjang SMP. Sebab apabila itu terjadi maka akan nada kesenjangan terhadap wilayah atau kecamatan yang memiliki SMP negeri sedikit. “Seperti di Kecamatan Pesantren yang hanya ada satu SMP saja,” imbuhnya.

Sementara untuk SD, tetap ada zonasi. Rata-rata diberlakukan hanya satu lingkup kelurahan saja. Namun ada beberapa kelurahan yang tidak memiliki SD digabung dengan kelurahan terdekat yang terdapat SD. Seperti Kelurahan Pakelan dan Pocanan yang bisa memilih SD di Kelurahan Balowerti.

“Zonasi untuk di pendidikan SD tidak masalah karena sebarannya sudah merata,” ujarnya.

Heri melanjutkan, hal tersebut temasuk terkait jarak rumah dan sekolah yang cukup dekat. Sehingga diharapkan orang tua tidak perlu khawatir dalam mengantarjemput anaknya ke sekolah.

Heri juga berharap orang tua calon peserta didik berpartisipasi aktif mendukung penyelenggaraan PPDB bersih, transparan, objektif. “Itu dilakukan dengan tidak memaksakan keinginan agar putranya dapat diterima di satuan pendidikan negeri dengan  berbagai upaya dan segala cara,” pesannya.

Tak hanya itu, satuan pendidikan diharapkan juga tidak menambah jumlah rombel dari ketentuan pagu maksimal. Sehingga sekolah-sekolah yang dikelola oleh masyarakat (swasta) masih mendapatkan calon peserta didik baru.

Zona PPDB Kabupaten Kediri

Zona                           Kecamatan

Pare                             Pare, Kepung, Puncu, Kandangan, Gurah, Plosoklaten dan Badas.

Papar                           Papar, Purwoasri, Plemahan, Kunjang, Pagu dan Kayenkidul.

Ngadiluwih                 Ngadiluwih, Kras, Kandat, Ringinrejo, Wates, dan Ngancar.

Grogol                        Grogol, Banyakan, Semen, Mojo, Tarokan, Gampengrejo, dan  Ngasem

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia