Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Features

Coba Bakso, Imam dari Palestina Langsung Suka

22 Mei 2019, 16: 09: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

syekh ahmed saleem palestina

BERKUNJUNG: Imam dari Palestina Syekh Ahmed Saleem Abu Anza. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Beberapa hari ini Imam dari Palestina Syekh Ahmed Saleem Abu Anza berada di Kediri. Di sela rangkaian safari Ramadannya, sang imam menyempatkan diri berkunjung ke Jawa Pos Radar Kediri.

Pada kesempatan tersebut, Syekh Ahmed beserta rombongan dari Lembaga Zakat Infaq dan sadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kota Kediri menceritakan misi utamanya berkeliling Indonesia yang salah satunya di Kota Kediri. Utamanya untuk menggalang dukungan dan kepedulian terhadap perjuangan warga Palestina.

“Terima kasih kepada masyarakat Kediri, sudah menyambut saya dengan baik dan ramah,” sebut Syekh Ahmed Saleem Abu Anza, melalui penerjemahnya Imam Fauzi.

kunjungan muhammadiyah

AKRAB: Kunjungan PCM Muhammadiyah Kota Kediri dan rombongan Syekh Ahmed Saleem Abu Anza. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Syekh yang juga penghafal Alquran ini di Indonesia berada di Jawa Timur selama 15 hari. Sedangkan di Kediri kebagian selama dua hari. “Kesan pertama saya berada di Kediri adalah keramahan warganya. Selain itu, keberagaman dalam beragama di Kota Kediri cukup toleran. Saya melihat perbedaan di Kediri ini adalah rahmat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kediri, Mintarjo menyampaikan, kegiatan mendatangkan imam dari Palestina merupakan kegiatan rutin setiap Ramadan. Dan tahun ini merupakan yang keempat kalinya.

“Kami sengaja menghadirkan Syekh Ahmed untuk meminta dukungan kepada warga Kediri. Berkontribusi terhadap perjuangan rakyat Palestina. Tentunya kami memberikan dukungan dan doa agar rakyat Palestina diberi ketabahan dan keselamatan,” ungkapnya.

Selama di Kediri, Syekh Ahmed juga menjadi imam tarawih dan salat Subuh. Yang juga diselingi donasi untuk warga Palestina. Dalam kegiatan tersebut donasi yang terkumpul mencapai Rp 10 juta. ‘Kami berharap rakyat Palestina bisa segera bangkit dan mendapatkan kedaulatan yang utuh dari bangsa-bangsa,” pungkasnya.

Berikut petikan wawancara dengan Syekh Ahmed Saleem Abu Anza:

 

Apa yang berkesan dari Kota Kediri?

Masyarakat kota Kediri yang menampakkan keramahan. Terlebih kepada tamu seperti saya. Semua tersenyum dan murah senyum pada saya. Itu yang membuat saya senang berada di Kediri.

Bagaimana tanggapan melihat perbedaan salat tarawih di Kediri?

Bagi saya tidak terlalu penting perbedaan itu. Semua akan diterima dan sama-sama bagus jika saling menghormati. Sehingga perbedaan ini jangan sampai menjadi perpecahan ukhuwah islamiyah.

Selama di Kediri, makanan apa yang paling berkesan?

Awalnya saya kesulitan untuk makan-makanan Indonesia. Namun, kelamaan saya terbiasa dengan baik. Tapi saat saya mencoba makan bakso, saya suka sekali.

 

Bisa diceritakan tentang perkembangan situasi di Palestina saat ini?

Ini yang membuat saya sedih, baru dua hari yang lalu umat muslim yang ingin melaksanakan salat di Masjidil Aqsa harus diusir oleh keamanan Israel. Mereka membatasi orang yang bisa masuk ke masjid hanya di atas 50 tahun.

 

Tujuan Syekh Ahmed memilih Indonesia  untuk safari dakwah?

Ini adalah bagian dari saya ikut mengabarkan keadaan dan situasi terkini rakyat Palestina di bawah tekanan Israel. Kami di Palestina berjihad dengan pedang. Namun, doa dan harta warga Kediri yang ikut membantu melalui aksi solidaritas untuk rakyat Palestina ikut membantu kami di Palestina. Terima kasih warga Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia