Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Wilayah Perbatasan Masuk Zona Nganjuk

Peluang di PPDB SMA Sama

21 Mei 2019, 12: 35: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

(Grafis : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Siswa yang tinggal di perbatasan Kota Angin punya peluang besar diterima di SMA di Kabupaten Nganjuk dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019/2020. Pasalnya, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk memasukkan wilayah perbatasan ke dalam sistem zonasi.

          Kepala Cadisdik Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, ada lima kecamatan di Kabupaten Kediri yang masuk zonasi Nganjuk. Yakni, Kecamatan Purwoasri, Papar, Banyakan, Grogol dan Tarokan. “Karena wilayahnya berbatasan dengan Nganjuk,” ujar Edy kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Untuk Kecamatan Purwoasri masuk zona 2 yang meliputi SMA negeri di Jatikalen, Baron, Kertosono, Lengkong, Patianrowo, Ngluyu, dan Gondang. Sedangkan Banyakan, Grogol dan Tarokan masuk ke zona 3 dan 4. Sedangkan Kecamatan Papar tergabung ke zona 4.

Di zona 3, tiga kecamatan tersebut tergabung dengan Ngetos, Sawahan, Berbek, Loceret dan Pace. Adapun di zona 4 masuk wilayah Sukomoro, Baron, Tanjunganom, Prambon, dan Kertosono.

Dengan masuknya lima kecamatan tersebut, Edy mengungkapkan, peluang mereka sama dengan siswa dari Kabupaten Nganjuk. Sebab, provinsi akan memasukkan siswa di sana dalam jalur zonasi PPDB SMA dengan kuota 90 persen. “Peluangnya sama dengan siswa asli Nganjuk,” terang mantan kepala cabdisdik wilayah Bojonegoro-Tuban ini.

Karenanya, agar bisa diterima, lanjut Edy, salah satu syaratnya adalah jarak rumah dengan sekolah. Semakin dekat jaraknya, peluangnya semakin besar diterima di sebuah sekolah. Misalnya siswa asal Purwoasri yang banyak bersekolah di SMAN 1 Kertosono. Adapun siswa asal Tarokan, mereka bersekolah di SMAN 1 Pace. “Yang kami lihat nanti domisili siswa bukan lagi asal sekolahnya,” tutur Edy.

          Pada prinsipnya, menurut Edy sekolah di mana saja sama. Karena itulah, pihaknya memberikan kemudahan bagi siswa luar daerah yang dekat dengan SMA di Kabupaten Nganjuk. “Intinya kami ingin memberikan kemudahan akses.Tidak perlu jauh-jauh sekolahnya,” tegasnya.

          Dia juga meminta siswa asli Nganjuk agar mendaftar di sekolah terdekat yang berada di satu zona. Dengan sistem tersebut, sekolah pinggiran yang selama ini kekurangan siswa, dapat memenuhi pagunya. “Dulu inginnya mendaftar ke sekolah yang dianggap favorit di kota,” imbuh pria asal Tuban ini.

          Sampai kemarin, Edy mengakui petunjuk teknis (juknis) PPDB SMA/SMK dari Pemprov Jatim masih belum turun. Hanya saja, provinsi sudah menentukan tahapan jadwal PPDB.

          Untuk jalur zonasi atau reguler, pendaftaran dibuka pada 17-20 Juni dengan sistem online. Sedangkan jalur prestasi, perpindahan tugas orang tua, inklusi dan keluarga tidak mampu, dimulai pada 11 – 13 Juni. Pendaftaran dilakukan secara manual di sekolah masing-masing. “Untuk aturan lainnya, kami menunggu juknis,” tandas Edy.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia