Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Ujian Sekolah, Batal Puasa

20 Mei 2019, 14: 31: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Ramadan Radar Kediri

Dialog Ramadan Radar Kediri

Share this          

Membatalkan puasa Ramadan saat mengikuti ujian sekolah, bagaimana hukumnya? Mohon penjelasan. (Aida, 088163166xxx).

Jawaban:

 

Saudari Aida yang berbahagia, sebagai salah pengasuh Rubrik Dialog Ramadan, saya ucapkan terimah kasih atas pertanyaaan Saudari, semoga rubrik ini menjadi sarana  menambah pahala ibadah kita di bulan suci ini. Permasalahan di atas dapat dijelaskan dengan jawaban sebagai berikut:

Pertama, membatalkan puasa wajib tanpa alasan yang dibenarkan secara hukum adalah dilarang (haram). Selain diwajibkan mengganti puasanya di hari lain selain bulan Ramadan, yang bersangkutan juga dikenakan sanksi telah melakukan perbuatan dosa. Larangan ini juga meluas kepada ibadah yang lain semisal salat. Tanpa alasan yang dibenarkan secara hukum seseorang diharamkan membatalkan salat. Namun terdapat pengecualian dalam masalah membatalkan puasa ini.

Dalam hal puasa sunah, seseorang diperbolehkan membatalkannya karena alasan tertentu. Semisal menghormati hidangan yang disediakan oleh pemilik rumah dalam suatu perjamuan. Maka membatalkan puasa sunah itu hukumnya sunnah. Sementara, membatalkan puasa sunah tanpa alasan hukumnya makruh. Tidak berdosa melakukannya, namun lebih baik meninggalkannya.

Kedua, yang menjadi inti persoalan adalah apakah mengikuti ujian sekolah menjadi alasan yang dapat dibenarkan untuk membatalkan puasa? Jika dicermati lebih lanjut, sebenarnya yang dapat dijadikan alasan membatalkan puasa bukan ujian sekolahnya. Namun sejauh mana efek ujian sekolah itu memengaruhi puasa seseorang. Sama halnya ketika seorang pekerja berat boleh membatalkan puasa, maka alasan diperbolehkan membatalkan puasa adalah ketidakmampuannya untuk melaksanakan puasa dalam keadaan bekerja yang berat. Namun sebaliknya, jika didapati seseorang yang mampu berpuasa dalam keadaan bekerja yang berat, maka ia tidak diperkenankan membatalkan puasanya.

Ketiga, sesuai dengan pertanyaan di atas yang perlu digarisbawahi adalah ketidakmampuan seseorang untuk melakukan puasa menjadi sebab dibenarkannya untuk membatalkan puasa. Jadi bukan pada ujian sekolahnya yang menjadi alasan yang dapat dibenarkan untuk membatalkan puasa. Karena banyak orang yang mampu berpuasa meski ditempa dengan pekerjaan yang berat. Dengan demikian, jika seseorang yang mengikuti ujian dipastikan tidak mampu melakukan puasa, maka ia diperbolehkan membatalkan puasa dengan konskuensi mengganti puasa yang ditinggalkan di hari yang lain. Wallahu a’lam bi al-shawab.

(Zayad Abd. Rahman, MHI, dosen Hukum Islam Fakultas Syariah IAIN Kediri.)              

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia