Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Uang Baru: Dari Jatah Rp 6,1 Triliun Baru Tertukar Rp 1,3 Triliun

20 Mei 2019, 14: 28: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

bank indonesia uang baru

INI UANG BARUNYA: Kepala BI Kediri Musni Hardi memegang uang yang akan diberikan kepada warga yang melakukan penukaran di kawasan SLG. Di sampingnya juga ada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Jadwal kedatangan mobil penukaran uang baru dari BI Kediri baru pukul 14.00 WIB. Namun, baru pukul 13.30 WIB (18/9) lokasi di kawasan SLG sudah diisi oleh ribuan warga. Tak mengindahkan panas terik matahari, mereka menunggu kedatangan mobil penukar uang yang disiapkan oleh kas keliling perbankan.

Benar saja, begitu rombongan mobil milik beberapa bank di Kediri datang, warga yang menunggu langsung beraksi. Mereka saling berebut untuk mendapatkan nomor antrean. Kericuhan pun sempat terjadi. Membuat petugas keamanan yang berjaga harus turun tangan.

“Tolong bagi yang ingin menukar uang agar berbaris ke belakang, dua-dua,” teriak seorang personil Brimob yang menjaga mobil penukar uang berlogo BNI.

Sayangnya, imbauan itu tak diindahkan warga. Mereka tak mau berbaris sesuai anjuran. Sebaliknya, saling dorong diperagakan. Aksi seperti itu baru berhenti ketika petugas mengancam tak akan memualai penukaran uang bila warga tidak berbaris dengan tertib.

Meskipun demikian, antrean sempat kembali ricuh saat mobil BNI yang semula di belakang mobil milik BI bergerak. Pindahnya mobil ke barisan paling depan itu sontak diikuti warga yang berlari-lari mengejar. Untungnya hal itu tak berlangsung lama. Setelah mobil berhenti warga kemudian bersedia mengantre sesuai urutan yang diberikan.

Akhirnya, proses penukaran uang bisa berlangsung dengan tertib. Warga mengantre di setiap mobil, sesuai dengan bank masing-masing.

Dalam kegiatan itu, BI Kediri mengerahkan armada dari perbankan yang ada. Total ada delapan mobil penukaran uang. Selain dari BI Kediri, juga ada mobil dari BCA, BRI Syariah, Mandiri, dan BNI.

“Dalam kegiatan penukaran uang telah disedikan untuk 100 antrean di setiap mobil,” terang Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) BI Kediri Musni Hardi Kasuma Atmaja yang beberapa kali ikut membantu warga yang ingin menukarkan uangnya.

Karena tiap mobil menyediakan 100 tiket antrean, total yang disediakan berarti 800 nomor antrean. Masing-masing orang maksimal boleh menukar uang senilai Rp 3,7 juta. Dengan rincian satu bendel pecahan Rp 2 ribu dengan jumlah Rp 200 ribu, satu bendel pecahan Rp 5 ribu senilai Rp 500 ribu, satu bendel pecahan Rp 10 ribu atau Rp 1 juta, dan satu bendel pecahan Rp 20 ribu senilai  Rp 2 juta.

Sayangnya, jatah 800 penukar itu tak mampu mencukupi jumlah peminat yang mencapai ribuan. Seperti Naimah, 59. “Saya sudah menunggu mulai dari jam satu, namun tetap tidak mendapatkan nomor antre,” keluh perempuan asal Kelurahan Pesantren, Kota Kediri.

Naimah mengaku kesulitan mendapatkan tiket penukaran karena pembagiannya yang dianggapnya ruwet. Dia selalu kalah berebut dengan warga lain.

Oleh Husni, warga yang belum kebagian jatah penukaran uang tak perlu khawatir. Karena masih ada jadwal penukaran lagi selama Ramadan ini. Husni menyebut nilai uang yang disediakan BI Kediri mencapai Rp 6,1 triliun. Itu untuk jatah penukaran uang di dua eks-karesidenan yang menjadi wilayah kerja BI Kediri. Yaitu di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun. Sementara, hingga saat ini uang yang terpakai baru Rp 1,3 triliun. “Kegiatan ini akan berlangsung sampai tanggal 28 Mei. Warga diharapkan agar tidak terlalu kahwatir,” pesan Husni.

Apalagi, sambung Husni, penukaran uang juga dilayani di tiap bank. Warga bisa melakukan penukaran di bank-bank tersebut.  

Husni menyarankan agar masyarakat menukar uang di outlet resmi milik perbankan. Agar menghindari risiko mendapat uang palsu atau ada selisih jumlah.

Dalam penukaran kemarin juga diwarnai dengan kehadiran Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Sang wali kota yang terlihat berpakaian non-formal itu ikut membantu proses penukaran uang. Ketika nomor antrean satu, Abu bersuara memanggil pemegang nomor. Setelah itu, dia sendiri yang melakukan penukaran uang dan memberikannya ke seorang ibu pemegang antrean tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia