Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Kolom

Bioskop oh Bioskop

20 Mei 2019, 14: 01: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Puspitorini Dian

Puspitorini Dian

Share this          

Masih lekat di pikiran, saat kuliah dulu di  Jogjakarta, harus antre panjang di sebuah bioskop. Tak sekadar panjang, tapi...panjjjaaangg, karena mengular hampir sampai pintu gerbang bioskop yang berjarak sekitar 500 meter. Bisa dimaklumi, karena bioskop di Jogja saat itu masih satu-satunya. Setelah satu bioskop lainnya hangus terbakar.

Jadi, saat di Kediri, menyadari bioskop yang hanya satu, yang ada di benak saya adalah antrean yang panjang begitu film favorit diputar. Tetapi,  lima tahun berjalan, ketakutan itu tak terbukti. Karena, bioskop di Kediri benar-benar tak banyak peminat. Bahkan, seringkali, saat masih ada midnight, kerapkali gigit jari karena penonton yang berkurang.

Tapi...itu dulu. Lima tahun terakhir, perkembangan peminat penonton bioskop di Kediri cukup luar biasa. Di Golden Theatre, yang  dulunya hanya dua studio dan bertambah hingga lima studio pun ternyata isi studio selalu penuh penonton. Apalagi, saat film box office sedang diputar. Antrean panjang-yang dulu sempat saya bayangkan- kini dengan mudah bisa ditemui. Cara online pun tak mampu mengurangi panjang antrean itu. Mereka pun rela untuk menunggu hingga jam putar berikutnya

Meski sebenarnya, yang ada di Kediri ini lebih baik dari Blitar. Yang baru dua tahun terakhir memiliki bioskop. Saudara yang ada di Blitar pun harus ‘kabur’ ke Kediri, setiap kali ingin menonton film favoritnya. Kalaupun tak ke Kediri, dia pun nekat berangkat ke Malang. Ya, hanya sekadar menonton film. Bagaimanapun, bagi dirinya, menonton film di Youtube memang terasa sangat berbeda dibanding berada di bioskop dengan suasana, suara dan tampilan yang maksimal. Meski harus menjomblo atau menonton sendirian..hehehe.

Saat ini, bagi pecinta film seperti saya, mulai adanya bioskop XXI dan lima bulan lagi akan ada CGV Cinemas di Kediri Mall, memberikan kelegaan tersendiri. Setidaknya, jika bosan dengan bioskop yang satu, maka ada pilihan lainnya. Jika terlambat di satu bioskop, maka ada pilihan bioskop lainnya.

Tak perlu takut sepi penonton. Karena perkembangan penonton bioskop di Kediri cukup luar biasa. Kini, menonton menjadi ajang liburan buat anak-anak sekolah atau tempat bersantai untuk orang kantoran. Tak percaya, coba saja, pada saat weekend atau libur sekolah, bioskop-bioskop akan dipenuhi anak-anak remaja dan orang tua. Eitt...tak hanya mereka yang berpacaran, karena biasanya mereka berempat, dan berlima. Yang menarik, mereka pun menyemarakkan studio yang memutar film-film Indonesia. Tak hanya, film mainstream.

Bidikan tak mungkin sepi penonton ini juga telah diprediksi para pengelola bioskop.  Karena itu, keberadaan beberapa bioskop ini diyakini bukan lagi menjadi persaingan, tetapi justru mewadahi mereka-mereka para penikmat film. Bukan saja dari Kediri, tetapi juga kota-kota sekitarnya yang kebetulan tak memiliki gedung bioskop yang keren.

 Keberadaan bioskop yang sebenarnya menjadi kebutuhan “bukan wajib” ini juga menunjukkan betapa Kota Kediri saat ini sudah mulai bergeser ke kota metropolis yang banyak memberikan kebutuhan hiburan warganya. Menunjukkan perekonomian warga pun kian membaik. Yang akhirnya akan berkembang ke kebutuhan hiburan lainnya. Inilah yang perlu diantisipasi pemerintah agar perkembangan ini tetap membawa hal baik. Sebagai contoh, minimal, dengan adanya bioskop ini, mengurangi mereka yang suka nonton film bajakan. Iya kan? Hehehe....(penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia