Selasa, 17 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tak Boleh Jual Bebas Bawang Merah Impor

Khusus untuk Pabrikan Besar

18 Mei 2019, 14: 14: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

dkpp bawang merah

TAK BOLEH BEREDAR: Kepala DKPP Kediri Tutik Purwaningsih mendapati pedagang yang menjual bawang merah impor di Pasar Pamenang Pare, Kamis (16/5). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kediri menegaskan bawang merah impor tidak boleh beredar bebas di pasaran. Sebab, berdasarkan peraturan, komoditas tersebut hanya diperuntukkan bagi perusahaan makanan dan minuman (mamin) dalam skala besar saja.

Sementara untuk peredaran di tingkat distributor, brambang impor tak boleh diperjualbelikan. Apalagi untuk pedagang eceran. Karena itu, tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri langsung memberikan peringatan kepada distributor yang melakukan penjualan bawang merah impor tersebut. Sedangkan untuk pedagang, satgas akan memberikan pembinaan.

“Terkadang pedagang tidak tahu kalau barang ini (bawang merah impor, Red) ilegal. Makanya kita berikan edukasi juga,” ungkap Kepala DKPP Kediri Tutik Purwaningsih kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Diberitakan sebelumnya, DKPP mendapati satu distributor di Pasar Induk Pare yang menjual bawang merah impor. Di lapaknya, pedagang tersebut kedapatan memiliki 24 karung bawang merah dari luar negeri. Padahal, sisa komoditas yang masih ada di lapaknya tersebut merupakan separo dari jumlah pengambilan bawang merah impor dari distributor induk. Distributor di Pasar Induk Pare tersebut mengaku mengambil sebanyak 50 karung. Atau total 500 kilogram.

Sementara, sebanyak 26 karung lainnya telah menyebar di beberapa pedagang tingkat bawahnya. Seperti halnya beberapa pedagang tingkat pengecer yang berada di pasar Pamenang Pare. Lebih lanjut, terhadap yang kedapatan melanggar tersebut. Pihaknya memberikan peringatan. Tak hanya itu, komoditas itu pun diminta untuk mengembalikan ke distributor induk.

“Senin (20/5) nanti kami akan melakukan pengecekan lagi ke sini untuk memastikan sudah benar-benar dikembalikan belum. Ia pun berharap dengan tindakan yang diambil tersebut akan menjadi syok terapi bagi pedagang yang menyalahi aturan tersebut.

Masih menurut Tutik, pihaknya melakukan hal tersebut juga untuk menjaga kestabilan pasar. Pasalnya panen raya bawang merah lokal akan meningkatkan stok komoditas yang ada. Jika tidak dilakukan seperti itu pihaknya khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya khawatir jika peredaran bawang merah impor tidak dilakukan pengawasan akan merusak harga di pasaran. “Kalau bawang merah impor terus mengalir, apalagi dengan harganya yang lebih murah, harga bawang merah lokal akan anjlok,” paparnya.

Terlebih, masa-masa sekarang adalah waktu untuk panen raya bawang merah oleh petani lokal. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pengawasan untuk memastikan stabilitas harga di pasaran. Ia menambahkan meskipun belum melimpah banyak tetapi stok bawang merah lokal masih mencukupi.

Untuk diketahui, pada Kamis (16/5) kemarin pihaknya melakukan operasi pasar bersama beberapa instansi terkait. Berbagai komoditas pun tak luput dari pengawasan pihaknya. Seperti halnya daging, telur, cabai, bawang, dan beras.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia