Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

PPDB SMP Dibagi Lima Zona

Dekat dengan Sekolah, Peluang Diterima Besar

18 Mei 2019, 12: 36: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

(Grafis : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk sudah menetapkan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP 2019/2020. Total ada lima zona yang dibentuk. Calon siswa nanti harus mendaftar ke SMP negeri sesuai dengan zona masing-masing.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Suroto mengatakan, sesuai petunjuk teknis (juknis), PPDB SMP dibagi menjadi lima zona. Untuk zona 1 meliputi Kecamatan Wilangan, Bagor, Nganjuk, Loceret, dan Sukomoro.

Kemudian, zona II terdiri dari Kecamatan Sawahan, Ngetos, Berbek, Pace. Adapun zona III berasal dari Kecamatan Rejoso, Gondang, Ngluyu. Untuk zona IV meliputi Kecamatan Baron, Tanjunganom, Ngronggot, Prambon. Terakhir, zona V adalah Kecamatan Kertosono, Patianrowo, Lengkong dan Jatikalen. “Kami sudah tetapkan zonasi untuk PPDB (SMP) nanti,” ungkap Suroto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Untuk diketahui, ada tiga jalur pendaftaran dalam PPDB SMP negeri. Yakni, jalur zonasi dengan kuota 90 persen serta jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua masing-masing sebesar 5 persen

Dengan sistem zona, Suroto mengungkapkan, calon siswa hanya boleh mendaftar ke SMP sesuai zonasinya masing-masing. Zona tersebut berdasarkan domisili siswa. “Yang alamatnya di Nganjuk berarti mendaftarnya ke zona I,” lanjutnya memberi contoh.

Di zona I, terdapat beberapa SMPN. Di antaranya SMPN 1 sampai 7 Nganjuk, SMPN Wilangan, Loceret dan Sukomoro. Begitu pula siswa yang berdomisili di Kertosono. Mereka hanya boleh mendaftar ke SMPN yang berada di zona V.

Dengan pengelompokan tersebut, Suroto menerangkan, jarak rumah dengan sekolah sangat menentukan siswa diterima di sebuah SMP yang dituju. Semakin dekat jaraknya, peluangnya semakin besar diterima. “Asalkan tetap dalam satu zona,” terangnya.

Untuk menentukan jarak rumah, lanjut dia, sekolah bisa membuat tabel jarak dengan bantuan google map. Sebab, jarak tersebut yang membantu sekolah untuk membuat perankingan. “Bisa dibantu sekolah asal (SD) atau wali murid. Nanti jarak rumah itu bisa dilampirkan dalam berkas pendaftaran,” tutur mantan Kepala SMPN 2 Ngronggot ini.

Bagaiamana jika ada siswa yang jarak rumahnya sama? Suroto mengatakan, SMP baru menentukan dengan melihat nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD. “Kalau sama (jaraknya), bisa diranking dengan nilai USBN,” tandasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, PPDB SMPN akan dibuka pada 24 Juni 2019. Baik jalur zonasi, prestasi maupun jalur perpindahan tugas orang tua. Hanya saja, jalur zonasi dibuka sampai 1 Juli. Sedangkan jalur prestasi dan perpindahan ditutup pada 26 Juni.

Mengenai kebijakan tersebut, Suroto mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi apabila sekolah belum bisa memenuhi pagu mereka. Terutama di jalur prestasi dan perpindahan. Sebab, jika dua jalur tersebut tidak terpenuhi, sekolah bisa mengambil lewat jalur zonasi. “Jadi jalur zonasi bisa lebih dari 90 persen kalau tidak terpenuhi,” imbuhnya.

Dia lantas mencontohkan SMPN 1 Nganjuk yang memiliki pagu sebanyak 288 siswa. Dengan kuota 90 persen, jumlah siswa mereka dari jalur zonasi sebanyak 258 anak.  Sehingga sisa pagu sebanyak 30 anak didapat dari jalur prestasi dan perpidahan. “Yang dikhawatirkan jalur perpindahan tidak sampai 15 anak. Maka nanti kekurangannya diambilkan dari (jalur) zonasi,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia