Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Stadion Brawijaya Ditinjau PT LIB Jelang Liga 2, Ada Kekurangannya

18 Mei 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

stadion brawijaya persik

UJI KELAYAKAN: Somad (kiri) ditemani Purwanto mengukur panjang garis lapangan Stadion Brawijaya. Lapangan ini bakal digunakan sebagai kandang Persik Kediri pada Liga 2 musim ini. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Beberapa catatan diperoleh Stadion Brawijaya. Kandang Persik di Liga 2 nanti itu disarankan segera membenahi beberapa fasilitas yang dianggap kurang. Termasuk fasilitas di kamar ganti pemain dan tribun khusus media.

Catatan itu diberikan saat anggota Departemen Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan verifikasi Stadion Brawijaya kemarin. Menurut Somad, staf kompetisi PT LIB yang melakukan inspeksi, ada beberapa kekurangan di stadion milik Pemkot Kediri tersebut yang harus segera dibenahi.

Somad memaparkan, beberapa spot yang diverifikasi antara lain adalah lapangan, pagar pembatas, dan ruang ganti. Menurutnya, dari beberapa spot yang telah dicek itu masih memiliki beberapa kekurangan. Namun pihak panitia penyelenggara (panpel) masih diberi kesempatan membenahi dalam waktu yang ditentukan.

“Masih ada waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang kini juga tengah dalam tahap renovasi. Harapan kami bisa selesai sebelum kick off nanti,” tambahnya.

Ia menyampaikan, dari segi infrastruktur, Stadion Brawijaya tidak banyak perubahan. Hanya saja fasilitasnya yang terlalu sering dipakai membuat kondisinya tidak maksimal. Termasuk dalam hal penerangan untuk pertandingan malam hari. Lampu yang ada selama ini dirasa masih ada kekurangan. Namun demikian, menurut Somad, hal tersebut bukan menjadi mandatory (kewajiban) pada kompetisi ini.

“Jadi kalau teman-teman (panitia pelaksana) melaksanakan pertandingan pada malam hari, kami akan lihat kondisi penerangan di sini,” tandasnya.

Menyoroti masalah pagar pembatas yang pada pertandingan terakhir mengalami kerusakan akibat dorongan dari suporter, Somad menegaskan harus segera diperbaiki. “Nanti 31 Mei ini kami minta laporan dari Persik Kediri terhadap apa saja yang telah diperbaiki dari hasil verifikasi ini,” pesannya.

Stadion Brawijaya menjadi home ground ketiga dari peserta Liga 2 yang ditinjau PSS. Sebelumnya tim verifakasi telah mendatangi dua stadion lain yang juga digunakan tim Liga 2. Yaitu Stadion Untung Suropati Pasuruan yang menjadi kandang Persekap Pasuruan dan Stadion Marora, kandang Persewar Waropen, Papua.

“Sementara stadion Brawijaya ini kami tinjau karena Persik Kediri mengajukan stadion ini sebagai markasnya untuk kompetisi Liga 2 2019,” kata Somad saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di sela proses peninjauan kemarin siang (17/5).

Sementara itu, Ketua Panpel Persik Widodo mengungkapkan, kedatangan PT LIB ke Stadion Brawijaya ini juga untuk meninjau kesiapan panpel dalam melaksanakan pertandingan Liga 2. Rencananya kompetisi Liga 2 bakal digelar 15 Juni nanti.

Menurut Widodo, selama pertandingan di Kota Kediri nanti akan lebih banyak siaran langsung. Sehingga fasilitas di dalam stadion utamanya lampu akan menjadi perhatian.

“Dari minggu lalu kami sudah persiapan. Termasuk untuk pagar pembatas yang mengalami kerusakan. Targetnya nanti tanggal 25 sudah selesai,” kata Widodo.

Kemarin di Stadion Brawijaya memang ada pengerjaan beberapa bagian. Salah satunya adalah papan nama stadion yang selama ini rusak. Widodo menyebut bahwa minggu depan ditargetkan papan nama yang ada di atas tribun VIP tersebut akan rampung.

Widodo menambahkan, dari evaluasi sebelumnya, Stadion Brawijaya telah mengantongi sejumlah catatan. Sedikitnya ada 5 catatan yang harus segera diperbaiki. Di antaranya adalah tribun tempat media yang selama ini belum tersedia meja. Padahal fasilitas itu wajib ada.

“Nanti kami akan sediakan meja 5 baris untuk teman-teman wartawan. Termasuk tempat wawancara pemain di luar ruang press conference. Nanti kami akan sediakan backdrop untuk kepentingan wawancara di lorong pintu masuk stadion,” paparnya.

Selain itu, kondisi lampu stadion yang belum maksimal juga menjadi catatan panpel. Namun kemarin mereka telah mendata jumlah lampu yang padam dan segera melaporkannya ke dinas terkait yang menjadi pengelola stadion. Yakni Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Yang padam ada 19 bola lampu tapi belum tentu semuanya mati (rusak). Mungkin jaringannya yang harus dibenahi,” tukasnya. Catatan lain adalah terkait penyediaan petugas medis untuk suporter . Juga urinoir di ruang ganti pemain.

Widodo menargetkan, H-10 semua harus sudah beres. Termasuk pagar yang harus segera diselesaikan terlebih dahulu. Sebab, pada 25 Mei nanti Persik akan mengadakan laga uji coba lagi.

Terakhir Widodo menegaskan, semua biaya perawatan merupakan anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. “Sementara kami, Persik, adalah penyewa,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia