Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Events

Masih Sahur ketika Imsak

18 Mei 2019, 08: 49: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Ramadan Radar Kediri

Dialog Ramadan Radar Kediri

Share this          

Kami ingin menanyakan, ketika telah memasuki waktu imsak, apakah masih diperbolehkan makan sahur?

(Vivi, 081335743xxx)

Jawaban:

Kata  imsak secara bahasa berarti menahan, sehingga kata imsak adalah persamaan dari kata puasa. Dalam kitab fiqh, puasa mempunyai tiga nama, yaitu Al-Shaum, Al-Shiyam, dan Al-Imsak. artinya shaum dan shiyam secara bahasa artinya sama dengan imsak, yakni menahan.

Sebenarnya waktu mulai menahan diri dari yang membatalkan puasa adalah waktu terbit fajar (subuh), sebagaimana firman Allah SWT: Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar. (QS. Al-Baqarah: 187). Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberikan izin untuk makan, minum, atau melakukan hubungan badan sampai kita benar-benar yakin, fajar telah terbit. Di tempat kita, ini ditandai dengan waktu subuh.

Di masa Nabi saw, ada dua sahabat yang bertugas mengumandangkan azan di waktu subuh. Bilal dan Ibnu Ummi Maktum. Bilal melakukan azan awal, yang dikumandangkan sebelum subuh, dan Ibnu Ummi Maktum melakukan azan setelah masuk waktu subuh. Rasulullah SAW menyuruh para sahabat yang sahur, untuk tetap makan minum hingga Ibnu Ummi Maktum melakukan azan.

Dalam hadis dari Ibnu Umar dan A’isyah ra dikatakan: Bahwa Bilal biasanya berazan di malam hari. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum berazan, karena tidaklah dia mengumandangkan azan kecuali setelah terbit fajar.” (HR Bukhari, hadis nomor 1919 dan Muslim hadis nomor1092). Imam An-Nawawi mengatakan bahwa hadis ini menunjukkan bolehnya makan, minum, jima’, dan segala sesuatu yang mubah, sampai terbit fajar. (Syarah Shahih Muslim, 7/202)

Terdapat banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat pernah melakukan sahur mepet subuh. Di antara riwayat tersebut misalnya Abu Umamah meriwayatkan bahwasanya azan salat Subuh dikumandangkan, sementara Umar masih memegang gelas. Umar bertanya: ‘Bolehkah aku minum, wahai Rasulullah?’ beliau menjawab, “Ya. ” Umarpun meminumnya. (Riwayat Ibn Jarir dengan sanad hasan). Dan banyak hadis lain yang meriwayatkan hal senada.

Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah waktu yang dibuat oleh para ulama untuk kehatian-hatian. Dengan adanya waktu imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika mendekati waktu subuh. Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya, menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa, dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan salat subuh.

Oleh karena itu jika ada orang yang bangunnya terlambat, sehingga ketika waktu imsak datang, ia belum selesai makan sahur atau bahkan baru mau makan sahur, maka hal itu tetap dibolehkan. Namun ia harus mempercepat makan sahurnya sehingga sebelum waktu subuh tiba makan sahurnya telah usai. Wallahu a’lam. (Dr  Ahmad Syakur Lc MEI, Dosen IAIN Kediri).



(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia