Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Cinema XXI Buka di Bekas Gedung Bioskop Kencana

Investor Terpikat Pertumbuhan Ekonomi

18 Mei 2019, 08: 29: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

bioskop baru kediri xxi

KOMPETITIF: Kursi di Cinema XXI di lantai 3 Ramayana Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri yang semakin bagus membuat sejumlah investor melirik Kota Tahu. Kondisi ini terbukti semakin banyaknya tenant nasional yang masuk Kota Kediri beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah masuknya bioskop ternama Cinema XXI yang Jumat (17/5) bakal tayang perdana. Hadirnya studio bioskop tersebut akan meramaikan bisnis perbiskopan di Kota Kediri yang selama ini hanya didominasi satu pemain saja.

Manajer Cinema XXI Kediri Sutardi mengatakan, masuknya bioskop kelas nasional ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri. Ia telah melihat potensi dan ketertarikan masyarakatnya akan dunia perfilman yang cukup bagus.

“Kami buka di Kediri karena melihat terus tumbuhnya daya beli masyarakat. Termasuk di sini juga telah ada partner kami yang berpengalaman, yakni Ramayana,” kata Sutardi. Gedung Ramayana sendiri berdiri di lahan yang dulu ditempati Bioskop Kencana, salah satu bioskop legendaris di Kota Kediri.

cinema xxi ramayana

JADI PILIHAN: Beberapa pelajar berada di depan studio Cinema XXI di lantai 3 Ramayana Kediri. Rencananya bioskop jaringan nasional itu akan mulai beroperasi (17/5). (Didin Saputro - radarkediri.id)

Hal tersebut membuatnya lebih yakin dengan potensi yang ada di kota ini. Meski telah ada bioskop legendaris yakni Golden Theatre dan kabar segera masuknya CGV Cinemas di Kediri Mall. Menurutnya itu merupakan hal yang biasa ada di sebuah kota besar.

Pria asli Sragen, Jateng, bahkan ini sangat optimistis  bioskop yang menempati bekas gedung bioskop Kencana ini mendapat respon yang baik dari masyarakat.

Sutardi mengatakan, dia telah tinggal di Kota Kediri selama tiga minggu. Dalam waktu sesingkat itu dia bisa menilai seperti apa dinamika kehidupan warga kota tahu ini.

“Kota Kediri ternyata tidak pernah tidur. Saya keliling malam hari masih ramai dan banyak anak-anak muda yang nongkrong,” imbuhnya.

Terkait persaingan bioskop di Kota Kediri ke depan, ia menyebut hal ini wajar. Menurutnya sesama bioskop akan menampilkan yang terbaik. Dan tentunya sebagai media edukasi masyarakat melalui perfilman. “Jadi tidak ada masalah, kita bersama-sama tidak hanya memberi hiburan saja tapi juga mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Sutardi menambahkan, di Kota Kediri, Cinema XXI menyuguhkan 4 studio deluxe. Dengan total kapasitas 494 kursi. Jumlah ini tergolong besar untuk menyediakan tempat menonton film bagi warga kota. Dengan harga tiket masuk (HTM) yang kompetitif. Di hari biasa, Senin-Kamis, tiketnya seharga Rp 30 ribu. Sedangkan Jumat dan hari libur khusus dijual Rp 35 ribu. Sedangkan pada saat akhir pekan Rp 40 ribu. “HTM  ini menyesuaikan lokasi. Kami merangkul semua kalangan. Termasuk pelajar,” imbuhnya.

Ditanya jadwal penayangan film perdana usai pembukaan bioskop, Sutardi mengungkapkan bahwa selain film John Wick 3 yang telah pasti, kemungkinan besar film Malam Jumat dan Jack juga bakal meramaikan bioskop yang terletak di Jalan PB Sudirman Kota Kediri ini.

“Tapi kami belum dapat list, sehingga tidak bisa menentukannya. Nanti dari Jakarta yang mengurus peredaran dan jadwal filmnya,” jelasnya.

Sementara itu hadirnya bioskop baru ini mendapatkan sambutan baik dari berbagai kalangan, termasuk pelajar. Nadifa Ambar Faiza misalnya. Pelajar MTsN 2 Kota Kediri ini mengaku senang dengan hadirnya bioskop baru. Menurutnya selama ini pilihan menonton hanya satu bioskop saja, dan sering penuh.

“Jadi kalau ada bioskop lagi kami merasa senang. Tidak takut lagi kehabisan tiket untuk menonton film dan semakin banyak pilihannya,” aku pelajar kelas XI ini.

Nadifa berharap, harga tiket nonton bisa terjangkau dan sesuai kantong pelajar. “Harapannya sih lebih murah. Seperti di Kota Malang yang ada harga Rp 25 ribu. Atau kalau kita tunjukkan kartu pelajar bisa ada potongan,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, dari data yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), realisasi investasi 2018 tumbuh sebesar 60,08 persen dibanding 2017. Nilainya sebesar lebih dari Rp 717 miliar. Meningkat dari 2017 yang hanya Rp 448 miliar.

“Pertumbuhan ini seiring dengan tumbuhnya jumlah investor di Kota Kediri. Yakni pada 2018 ada 621 investor. Tumbuh 0,32 persen  dibanding 2017 yang berjumlah 619,” jelas Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana.

Apip menyebut bahwa investasi di Kota Kediri ini didominasi sektor tersier. Yang sesuai dengan tagline Kota Kediri ‘The Service City’. Lebih dari 96 persen  investasi atau sekitar Rp 694 miliar mengalir ke sektor ini. Sejumlah usaha yang masuk kategori sektor ini antara lain adalah perdagangan, pergudangan, perumahan, restoran, dan tempat hiburan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia