Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Nganjuk Tewas, Ini Penyebab Ertiga Oleng di Ngadiluwih  

18 Mei 2019, 08: 11: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

ertiga kecelakaan

PENYOK: Kondisi mobil Suzuki Ertiga penyok di bagian kiri usai menabrak dinding rumah warga di Desa Wonorejo, Ngadiluwih (16/5). Sopir Ertiga meninggal akibat kejadian itu.

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Jalur Kediri-Tulungagung benar-benar jalur tengkorak. Jalur ini menjadi penebar maut paling menakutkan. Bahkan, dalam dua hari terakhir di jalur itu terjadi dua kecelakaan yang berujung pada maut. Setelah Rabu (15/5) dini hari bus Harapan Jaya menabrak pengendara motor Kawasaki Ninja hingga tewas, pagi (16/5) giliran pengendara Suzuki Ertiga yang mengalami laka tunggal. Sang pengendara pun akhirnya juga mengembuskan napas terakhirnya beberapa jam setelah kejadian.

Laka tunggal berujung maut itu terjadi di Jalan Raya Desa Wonorejo, Ngadiluwih. Tepat di depan Pasar Kolak. Korban yang meninggal adalah Andrianto, 30. Yang diketahui beralamat di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Ironisnya, ada dugaan kecelakaan tersebut akibat sopir yang berada di bawah pengaruh alkohol dan mengantuk. Setidaknya berdasarkan penyelidikan awal polisi.

Ertiga Kecelakaan Ngadiluwih

Ertiga Kecelakaan Ngadiluwih

“Kejadian sekitar pukul 05.00 WIB,” terang Kanit Laka Lantas Polres Kediri Ipda Kevin Ibrahim Sanjaya, melalui anggota Unit Laka Lantas Aipda Nursalim.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kediri di dalam mobil itu Andrianto tak sendirian. Dia bersama dengan tiga orang temannya yang juga warga Nganjuk. Yaitu Hartoyo, 30, Giono, 30, dan Andik, 25. Ketiganya dilaporkan hanya mengalami luka-luka ringan saja. Ketiganya juga sempat dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Menurut saksi mata, Suzuki Ertiga bernopol AG 542 W itu melaju dari arah Tulungagung. Dengan laju yang tidak pelan. Tepat di depan Pasar Kolak tiba-tiba mobil diketahui oleng. Kemudian berbelok arah ke timur.

Setelah berbelok arah tak terkendali itu mobil rental itu sempat menabrak pohon mangga. Kemudian langsung menuju rumah milik Taufik Hidayat. Benturan antara mobil dan dinding rumah terjadi sangat keras. Selain membuat dinding ambrol, dua pintu di bagian kiri mobil juga penyok.

Sebenarnya benturan keras justru terjadi di sisi kiri mobil dengan tembok rumah. Namun, penumpang yang duduk di sisi itu justru selamat. Sebaliknya, pengemudi mobil yang justru luka parah. Meskipun air bag langsung mengembang begitu benturan terjadi. Ada kemungkinan luka korban justru terjadi akibat tekanan air bag di dada korban. Sebab, diketahui ada luka patah tulang rusuk pada diri Andrianto. Pihak rumah sakit juga sempat melakukan operasi namun tak mampu menolong.

Andrianto sendiri meninggal dua jam sejak kejadian. Seluruh penumpang mobil memang dilarikan ke RSUD Gambiran usai kejadian. Yang menarik, korban juga diketahui mengidap penyakit sesak napas. Kombinasi antara sesak napas dan patah tulang rusuk itulah yang diperkirakan membuat Andrianto tewas.

Pada saat kejadian sebenarnya pasar desa tersebut sudah mulai ramai orang. Baik pedagang atau pembeli sudah memenuhi pasar yang memang tumpah hingga tepi jalan tersebut. Karena itu polisi menyebut masih beruntung mobil oleh ke arah kanan. Tidak ke arah sebaliknya yang penuh dengan pedagang dan pembeli.

“Beruntung mobil tersebut tidak belok kiri. Karena (di sisi kiri, Red) sudah banyak orang yang mulai berjualan waktu itu,” kata Nursalim.

Kemarin, kasus itu berada dalam penyelidikan polisi. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan. Tiga penumpang yang ada di dalam mobil belum bisa dimintai keterangan karena masih shock. Sementara, mobil Suzuki Ertiga warna putih itu diamankan di Mapolsek Ngadiluwih.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia