Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Tradisi Khas Ponpes Sepanjang Ramadan (5)

Tuntaskan Kitab Kuning Dalail Khairat

15 Mei 2019, 09: 10: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Ponpes

KONSENTRASI: Para santri menyimak penjelasan ustad yang membahas kitab Dalail Khairat di Ponpes Mambaul Hisan Isyhar, tadi malam. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Selain santri anak-anak, santri dewasa di Ponpes Mambaul Hisan Isyhar Dusun Grompol, Desa Tanjungtani Prambon juga memiliki kegiatan khusus selama Ramadan. Yaitu, belajar kitab kuning Dalail Khairat yang harus dituntaskan selama sebulan.

Rutinitas mengaji kitab kuning Dalail Khairat pada bulan Ramadan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Selepas tarawih, puluhan santri langsung membahas kitab dari Syekh Muhammad Bin Sulaiman al Jazuli itu. “Sejak mondok 2006 lalu, kitab ini selalu dikaji selama Ramadan,” ujar Didik Prasetyo, salah satu pengajar di Ponpes Mambaul Hisan Isyhar.

Bagi Didik, belajar kitab Dalail Khairat sama halnya dengan belajar tentang salawat nabi. Ada banyak manfaatnya. Selain memberikan ketenangan jiwa juga untuk tolak balak.

Karenanya, meski sudah jadi rutinitas setiap kali Ramadan, para santri tetap antusias mempelajarinya. Seolah selalu ada materi baru yang wajib dikuasi dari kitab setebal ratusan lembar itu. Termasuk ajaran doa memohon ampunan kepada Alloh Swt.

Kitab Dalail Khairat memang merupakan kumpulan doa, salawat dan zikir. Karenanya, pesantren meminta santri dewasa benar-benar menguasainya. “Anjurannya agar dilakukan secara rutin,” tutur laki-laki asal Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu tersebut.

Melihat manfaat kitab untuk kehidupan para santri, mereka pun membahas tiap materi usai salat tarawih. Hingga kemarin, kitab setebal 232 halaman itu baru dibahas sebagian. “Selama puasa kitab ini harus tuntas,” ucapnya.

Selesai Ramadan, para santri akan kembali pada aktivitas mengaji biasanya. Belajar berbagai jenis kitab yang biasa diajarkan secara rutin setiap pagi, siang hingga malam.

Selepas Isya, para santri dewasa harus mengulang pelajaran siang hari. Disertai tanya jawab untuk memastikan penguasaan mereka akan materi yang diajarkan.

Didik pun menyebut beberapa kitab kuning yang harus dikuasai para santri. Mulai kitab Sulam Taufiq yang berisi ajaran kehidupan Islami. Mulai membahas ajaran tauhid, syariat, hingga moral umat.

Para santri juga harus menguasai kitab Taqrib. Yaitu, kitab yang membahas tentang ibadah seperti salat, puasa, zakat, taharah, haji, jual beli, penyembelihan hingga nikah. “Dua kitab itu tetap dipelajari selama bulan puasa ini,” sambung Pengurus Pondok Mamba’ul Hisan Isyhar M. Ali Mahfudz.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia