Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Nilai Jelek Bisa Ikut Perbaikan

Tak Patuhi Imbauan, Siswa Konvoi Kelulusan

15 Mei 2019, 09: 04: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Konvoi

TETAP KONVOI: Puluhan pelajar SMA yang melakukan konvoi melintasi perempatan Begadung, Kecamatan Nganjuk. Dengan baju yang dicorat-coret, mereka berkeliling sejumlah jalan protokol di Kota Angin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Nganjuk memastikan kelulusan SMA/SMK 100 persen. Meski demikian, ada sebagian siswa yang nilainya di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 55. Khusus mereka, cabdisdik memberi kesempatan untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) perbaikan.

Kepala Cabdisdik Pemprov Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, semua sekolah sudah mengumumkan kelulusan siswanya kemarin. Pihaknya memastikan seluruh siswa yang mengikuti UNBK pada awal April lalu, lulus 100 persen. “Alhamdulillah semua lulus,” ujar Edy kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Edy menjelaskan, cabdisdik memang belum mengevaluasi total nilai UNBK (NUN) semua sekolah. Terutama, jumlah siswa yang nilai mata pelajaran (mapel)-nya di bawah 55. “Masih kami rekap. Tetapi, dari rekap di provinsi ada mapel yang di bawah rata-rata,” lanjutnya.

Bagi siswa yang ingin memperbaiki nilai, menurut Edy, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan UNBK perbaikan. Namun, jadwalnya belum ditentukan sampai hari ini. “Biasanya dua bulan setelah kelulusan,” terang mantan kepala cabdisdik pemprov wilayah Bojonegoro-Tuban.

Dia mengungkapkan, UNBK perbaikan hanya untuk siswa yang nilai mapelnya di bawah 55. Sedangkan nilai di atas 55 meskipun pas-pasan, tidak diperbolehkan memperbaiki.

Perbaikan nilai tersebut, lanjut dia, digunakan untuk persyaratan mendaftar ke jenjang berikutnya. Sebab, sekolah kedinasan maupun militer, biasanya mensyaratkan semua nilai mapel minimal 60. “Nilai 55 tidak masuk syarat,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengumuman kelulusan SMA/SMK disampaikan sekitar pukul 10.00 kemarin. Sekolah mengumumkan melalui WhatsApp (WA) maupun website. Meski sudah diimbau untuk tidak melakukan konvoi, sejumlah siswa kemarin siang tetap nekat berkonvoi dan mencoret-coret seragam putih abu-abu mereka.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk M. Khoirul Anam mengatakan, siswa madrasah aliyah (MA) juga lulus 100 persen. Untuk jurusan IPA, NUN tertinggi diraih Muchammad Zainul Islam dari MAN 2 Nganjuk dengan nilai 365,5. Di jurusan agama, ada Galih Prayogo dari MA YTP Kertosono dengan NUN 331, Sedangkan IPS diraih M. Lutfi dari MA Darussalam dengan nilai 308,5.”Anak didik kami juga lulus semua,” tutur Anam.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia