Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Lulus Sekolah, Masih Konvoi?

13 Mei 2019, 16: 05: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Lulusan Sekolah Kediri

Lulusan Sekolah Kediri

Share this          

KEDIRI KOTA - Jangan merayakan kelulusan di jalan raya. Sebab, melakukan konvoi setelah dinyatakan lulus itu bukan tindakan bijak. Sebaliknya, akan berdampak buruk bagi banyak pihak.

Itulah peringatan yang disampaikan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim wilayah Kediri mengantisipasi pengumuman kelulusan tingkat SMA sederajat hari ini (13/5). Cabdispendik wanti-wanti agar siswa tidak melakukan konvoi di jalanan. Apalagi disertai dengan tindakan melanggar lalu lintas.

“Konvoi bisa mengganggu ketertiban umum. Dan merugikan orang lain. Termasuk siswa itu sendiri,” ingat Kacabdispendik Sumiarso.

Apalagi, selama ini, konvoi itu juga disertai dengan aksi corat-coret seragam sekolah. Sumiarso pun memberi saran agar siswa yang lulus tak melakukan hal itu. Sebaliknya, dia berpesan agar baju seragam yang masih layak pakai bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkan. “Dapat dikumpulkan dan dikoordinasikan oleh sekolah,” sarannya.

Pihak capdispendik tak hanya mengingatkan agar tak konvoi dalam merayakan kelulusan. Mereka juga mencari cara agar siswa tidak melakukan itu. Karena itu, metode pengumuman kelulusan seperti tahun lalu masih digunakan. Sesuai surat edaran cabdispendik, pengumuman kelulusan dilakukan dengan memberi tahu langsung ke siswa. Yaitu mengirim surat ke rumah para siswa tersebut.

“Selainitu pengumuman juga melalui website sekolah masing-masing,” terang Sumiarso.

Hal senada juga disampaikan Kasi Pendidikan SMK Sidik Purnomo. Menurutnya perayaan kelulusan diharapkan bisa diwujudkan dengan hal yang positif. “Misalnya dengan sujud syukur baik di rumah atau di masjid sekolah,” ujarnya.

Ia berpesan agar siswa menghindari konvoi di jalan raya. Tetap mematuhi norma dan aturan hukum yang berlaku di masyarakat. “Selama berkendara di jalan raya wajib mematuhi aturan lalu lintas,” imbuhnya.

Sementara, terkait siswa di kelompok SMK usai kelulusan, Sidik mengatakan banyak dari mereka yang telah diterima kerja. Dan itu terjadi sebelum pengumuman kelulusan. Sebagai sekolah vokasional, siswa SMK memang disiapkan untuk bisa terserap industri setelah lulus.

“Namun ada juga yang berniat untuk melanjutkan lagi ke perguruan tinggi,” sebutnya.

Menanggapi fenomena kelulusan ini, Waka Kurikulum SMAN 2 Kota Kediri Supriyadi menyampaikan, siswanya telah bertahun-tahun tidak merayakan konvoi usai pengumuman kelulusan. “Anak-anak lebih memikirkan masa depan. Tidak ada istilah hura-hura dengan corat-coret usai lulus,” kata Supriyadi.

Untuk seragam sekolah, lanjut Supriyadi, selain untuk kenang-kenangan, menurutnya juga akan disumbangkan kepada adik kelas yang membutuhkan. “Baju akan diserahkan ke sekolah. Yang layak bisa digunakan adik kelas. Tapi rata-rata untuk seragam khas jarang yang dikasihkan namun untuk kenang-kenangan,” tandasnya.

Sementara terkait kesiapan siswa untuk pengumuman kelulusan Edi  Priyanto, Waka MAN 2 Kota Kediri menyampaikan selama ini pihaknya telah menyiapkan mental siswa. Termasuk bimbingan rohaniah dan pemantapan karakter. Sehingga hal tersebut akan membuat siswa akan lebih mudah dinasehati. “Bimbingan rohani tersebut diawali dengan istigosah. Mengharap petunjuk terbaik,” paparnya.

 

Polisi Pantau Titik Rawan

Mengantisipasi pengumuman kelulusan hari ini, Satlantas Polres Kediri Kota melakukan antisipasi. Mereka mempersiapkan tambahan anggota di beberapa titik yang berpotensi terjadi keramaian. Di antaranya di Jalan Veteran. Sebab di jalan yang masuk wilayah Kecamatan Mojoroto itu banyak bercokol SMA dan SMK. Bila ada arak-arakan, di ruas jalan itu akan rentan muncul kemacetan.

Kasatlantas AKP A. Risky berharap tidak ada konvoi dari para siswa yang lulus itu. Karena itu, pihaknya juga memberi imbauan kepada sekolah-sekolah. “Kami akan lakukan imbauan terhadap sekolah agar tidak melakukan perayaan kelulusan yang berlebihan. Seperti arak-arakan dengan menggunakan kendaraan. Yang nantinya akan membuat lalu lintas menjadi terhambat,” ujar Risky, saat dihubungi melalui telepon kemarin.

Risky menegaskan, polisi akan bertindak tegas. Bila imbauan tak berkonvoi tidak diindahkan, polisi akan melakukan penindakan. Terutama bagi mereka yang mengendarai kendaraan dengan tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Seperti tidak memakai perlengkapan atau membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Tentunya pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata akan dilakukan penindakan,” terangnya.

Dia mengimbau, dari pada melakukan arak-arakan dengan tidak mematuhi rambu lalu lintas, sebaiknya para pemuda yang baru dinyatakan lulus tersebut berdoa. Atau melakukan kegiatan yang positif. “Lebih baik begitu, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat berada di jalan,” pungkas Risky.

Dari Polres Kediri, Kasatlantas AKP Henry Ibnu Indarto, menegaskan juga akan mengantisipasi hal itu. Salah satu tempat yang dijadikan fokus adalah Simpang Lima Gumul (SLG).

“SLG jadi tempat kumpul favorit para anak muda. Jadi ini yang perlu diwaspadai,” aku Henry.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia