Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Doa 40 Hari untuk Budi Hartanto di Taman Brantas

Puluhan Komunitas Berkumpul

13 Mei 2019, 15: 53: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

doa bersam untuk budi

HENING: Para anggota komunitas menundukkan kepala dan berdoa untuk mengenang sosok Budi Hartanto. Pelatih tari yang tewas terbunuh. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Sedikitnya 75 komunitas di Kediri menggelar doa bersama di Taman Brantas kemarin sore (12/5). Doa tersebut selain sebagai wujud silaturahmi juga mengenang 40 hari wafatnya Budi Hartanto, guru honorer sekaligus pemilik Komunitas Sanggar CK Dancer yang menjadi korban mutilasi.

“Kami mengajak teman-teman komunitas se-Kediri untuk mendoakan Mas Budi. Karena kami sama-sama anak komunitas jadi peduli antarkomunitas di kota ini,” kata Luthfi Sulthonu Sidqi, ketua Bolo Ngopi Community.

Saat berlangsungnya doa bersama, suasana hening seketika terasa. Seluruh anggota komunitas se-Kota Kediri berkumpul di kolong Jembatan Brawijaya kemarin petang. Mereka tertunduk sembari mengucap doa untuk Budi.

Luthfi mengharap dengan kegiatan seperti ini bisa menjalin silaturahmi antarkomunitas. Selain itu juga menambah kepedulian bagi seluruh komunitas di Kota Kediri ini. Tidak membeda-bedakan komunitas satu dengan lainnya. Tidak ada yang bangga karena komunitas tersebut paling bagus.

“Namun di Kota Kediri diharapkan semua komunitas bisa bersama-sama menjadi komunitas yang baik,” harapnya.

doa bersama budi hartanto

SOLIDARITAS: Doa bersama yang digelar di Taman Brantas. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Selain doa untuk Budi, kemarin juga dilaksanakan buka bersama sekaligus salat Maghrib berjamaah. Menurut Luthfi, kemarin merupakan momentum untuk mengenang dan mengormati kepergian Budi. “Mas Budi juga anak komunitas, beliau orangnya baik. Kami hanya bisa mendoakan dan semaksimal mungkin mengumpulkan teman-teman untuk mengadakan doa bersama ini,” paparnya.

Menurutnya Budi merupakan orang yang supel, sering ikut berkumpul antarkomunitas dan sering berbagi dengan sesama.

Sementara Hendi, sahabat Budi Hartanto, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Baik panitia dan anggota komunitas-komunitas yang hadir kemarin. Meski banyak yang tidak mengenal secara langsung sosok Budi, namun menurutnya dukungan berupa doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian bagi sahabatnya yang telah tiada. “Kami sangat berterimakasih sekali, teman-teman telah memberi support bagi almarhum (Budi, Red),” kata Hendi.

Sambil berkaca-kaca, Hendi mengenang sosok seorang Budi yang menurutnya sangat baik. Di dalam komunitas tidak pernah membeda-bedakan, baik teman ataupun lawan. Hal senada juga disampaikan Imam Fahru, sebagai sahabat Budi, ia mengungkapkan acara ini sangat luar biasa. Meski berbeda-beda komunitas namun secara bersama-sama masih peduli dengan anggota komunitas lain. “Harapan saya, kita di Kediri ini komunitas bisa maju bersama. Bisa lebih kompak dan tidak membeda-bedakan antakomunitas,” harapnya.

Anggota Komunitas CK Dancer Siti Nurdaimah pun menganggap kegiatan semacam ini sangat positif. Sebab, dari seluruh komunitas bisa datang dan berkumpul bersama. Melakukan doa sekaligus buka bersama untuk mengenang sosok Budi Hartanto. “Kesan kekeluargaannya itu ada,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan kumpul bersama tersebut tidak hanya dilakukan satu kali saja. Namun di hari-hari berikutnya bisa diadakan hal serupa untuk menyambung silaturahmi antarkomunitas se-Kota Kediri ini.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia