Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Berawal dari Kamar 306, Polisi Bongkar Prostitusi Online

13 Mei 2019, 15: 42: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

novi prostitusi online

MUCIKARI: Novi, tersangka kasus prostitusi online. (Humas Polres Kediri for radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Polres Kediri membongkar jaringan prostitusi online. Seorang wanita bernama Novi Irawati, 35, menjadi tersangkanya. Wanita asal Pagu itu merupakan penyedia jasa prostitusi alias mucikari.

Novi ditangkap polisi Jumat (10/5). Wanita tersebut digerebek di rumahnya, di Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu. Penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari operasi penggerebekan polisi pada satu pasangan mesum di salah satu hotel, di hari yang sama.

“Tersangka yang kami amankan berperan sebagai mucikari atau penyedia layanan,” terang Perwira Urusan (Paur) Humas Polres Kediri Aipda Endik Wahyu, tadi malam.

Memang, sebelum meringkus Novi, polisi terlebih dulu menggerebek pasangan mesum di kamar 306, salah satu hotel di Jalan Erlangga, Ngasem. Dua orang itu adalah BS dan RA.  BS adalah laki-laki yang beralamat di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sementara RA adalah wanita pemuas dengan alamat Mojoroto, Kota Kediri.

“Kami mendapatkan informasi bahwa terdapat hotel di Kabupaten Kediri telah terjadi praktik prostitusi,” imbuhnya.

barang bukti prostitusi

DISITA: Barang bukti dalam kasus prostitusi online, Jumat (10/5). (Humas Polres Kediri for radarkediri.id)

Penggerebekan terhadap pasangan mesum itu berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat digerebek petugas keduanya berada di satu ruangan. Polisi kemudian meminta keterangan dari dua orang tersebut. Dari penjelasan keduanya itulah terungkap bahwa mereka terlibat dalam prostitusi online. Dengan model pemesanan melalui fasilitas pesan instan WhatsApp.

“Untuk menghubungkan keduanya menggunakan aplikasi WhatsApp,” terang Wahyu.

Nah, dari keterangan pelaku, muncul nama Novi. Novilah yang menghubungkan antara RA dan BS. Alias berperan sebagai mucikari.

Polisi kemudian mengorek data dan alamat Novi. Setelah memperolehnya mereka meluncur ke rumah wanita tersebut. Novi pun ditangkap tanpa memberikan perlawanan. Wanita kelahiran 1984 itu langsung digiring ke mapolres malam itu juga.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Yaitu berupa dua unit gawai, satu lembar selimut, satu lembar sarung bantal, satu lembar kuitansi pembayaran hotel, satu lembar registrasi hotel, dan uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

Untuk sang mucikari, polisi telah menyiapkan dakwaan. Yaitu dia dianggap melanggar Pasal 2 ayat (1) UU no 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Atau pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP. “Ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun,” tutur Wahyu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia