Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Features

Aulia - Dyfany, Siswa SMAN 1 Kediri Peraih Juara II Karya Tulis Ilmiah

Hal Menjijikkan Jadi Penyelamat Lingkungan

13 Mei 2019, 15: 34: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

sman 1 kediri karya tulis

MEMBANGGAKAN: Dyfany (kiri) dan Aulia mengapit Kasek Sri Yulistiani, di halaman sekolah. (SMAN 1 KOTA KEDIRI for radarkediri.id)

Share this          

Apa yang terlintas di benak bila mendengar kata larva lalat hitam? Jijik? Membayangkan sesuatu yang busuk? Tidak bagi dua siswa SMAN 1 Kota Kediri ini. Binatang yang menjadi sumber banyak penyakit itu bisa dijadikan sesuatu untuk menyelamatkan lingkungan.

IQBAL SYAHRONI

Dua cewek ini bernama Aulia Chintya dan Dyfany Aurariel. Masih duduk di kelas 10. Artinya masih satu tahun duduk di bangku SMA. Tapi, gairah meneliti kedua gadis ini terus bergejolak. Apalagi setelah salah satu hasil karya tulis ilmiahnya mampu diapresiasi dengan bagus. Menjadi juara 2 dalam lomba karya tulis ilmiah yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Apa karya ilmiah mereka itu? “Kami angkat tentang pemanfaatan ekstrak kitosan pada tepung larva lalat hitam. Sebagai absorben logam yang terpapar di air laut dalam bentuk koral buatan,” beber Aulia, saat ditemui di sekolahnya, di SMAN 1 Kota Kediri.

Larva lalat hitam? Ya. Larva dari serangga yang dianggap sebagian besar dari kita sebagai binatang menjijikkan itu. Namun, di mata kedua gadis ini, larva lalat hitam justru punya manfaat yang orang lain tak menduga.

“Dari penelitian yang sudah dilakukan, manfaat ekstrak kitosan pada tepung larva hitam dapat menyerap logam Pb dan Cu yang berada di lautan,” ucap Aulia menerangkan.

Gadis 16 tahun  ini melanjutkan, semakin berkembangnya zaman, air laut di semua belahan bumi ini semakin tercemar. Entah itu dari hal yang terlihat seperti sampah plastik atau lainnya. Juga, dari senyawa logam yang dapat merusak ekosistem laut.

Karena itu, melalui karya tulis ilmiah itulah Aulia dan Dyfany berusaha menyalurkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Mereka pun bertekad mendalaminya lebih jauh lagi setelah ini.

Untuk mempersiapkan karya tulis tersebut, duo siswi ini butuh waktu berminggu-minggu untuk mempersiapkan diri. Anggota Oase-ekstrakurikuler karya tulis ilmiah di SMAN 1 Kota Kediri-ini juga mempersiapkan beberapa karya tulis dengan tema yang berbeda. “Kebetulan saat diberikan undangan dari (Kementerian) PUPR terkait lomba karya ilmiah, temanya sumberdaya tentang pengairan,” terang Aulia.

Keberhasilan menjadi juara 2 bukan hal yang mudah dicapai. Mereka adalah satu dari 637 tim yang jadi peserta. Artinya, ada 637 karya tulis ilmiah yang harus mereka sisihkan. Setelah itu, mereka bisa masuk dalam 50 besar, sebelum akhirnya diambil 10 besar karya tulis ilmiah di babak final.

Kepala SMAN 1 Kota Kediri Sri Yulistiani bangga dengan torehan juara yang didapatkan oleh kedua muridnya tersebut. Menurutnya, meski masih duduk di bangku kelas 10, keduanya mampu memperlihatkan karya yang berkualitas. “Di sekolah keduanya juga terlihat aktif dan termasuk siswi yang cerdas,” puji Yulis.

Sang kasek justru sempat terkejut ketika tiba-tiba Aulia dan Dyfany mengabari akan berangkat ke Bandung. Mengikuti pemaparan karya tulis ilmiah di depan juri. Karena memang pengumuman lolos 10 besar yang diberikan oleh panitia lomba hanya berjarak tiga hari dengan pelaksanaan lomba.

Sontak, Yulis mengajak semua guru duduk melingkar di ruang guru. Mereka terlebih dulu mendengarkan presentasi yang dilakukan Aulia dan Dyfany. “Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan Aulia dan Dyfany agar tidak gugup saat memaparkan hasil karya tulis mereka kepada juri,” terang Yulis.

Usai bercakap, kedua gadis itu beranjak dari ruang kepala sekolah. Di tangan Aulia terselip secarik kertas. Berisi ringkasan tulisan salah satu mata pelajaran. Maklum, saat itu dia memang akan mengikuti ulangan harian.

Dan aktivitas harian seperti itu harus mereka lalui. Meskipun juga disibukkan dengan persiapan mengikuti lomba karya tulis berikutnya. Agenda padatnya mengikuti program lomba di luar kota tak membuatnya ketinggalan pelajaran.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia