Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Stok Melimpah, Harga Brambang Anjlok

Jelang Lebaran, Prediksi Masih di Bawah Norma

13 Mei 2019, 11: 54: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Bawang

MURAH: Pedagang bawang merah di Pasar Sukomoro memilah dagangannya. Harga komoditas yang sempat melambung bulan lalu itu kini anjlok. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Setelah sempat melambung hingga menyentuh Rp 30 ribu per kilogram, harga bawang merah di tingkat petani anjlok. Saat ini, rata-rata harganya berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram. Asosiasi petani memprediksi menjelang Lebaran nanti, harga tidak naik signifikan karena stok melimpah.

Akad, ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Jawa Timur (Jatim) mengakui, harga bawang merah di tingkat petani belum stabil. Bahkan, harganya menurun sampai Rp 9.000 per kilogram. “Kalau dirata-rata masih kisaran Rp 10 ribu-Rp 11 ribu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Padahal, normalnya harga bawang merah sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Mengenai anjloknya harga brambang tersebut, Akad menyebut, stok terlalu melimpah di pasaran. Pemicunya, beberapa daerah sentra bawang merah panen bersamaan.

Selain di Kabupaten Nganjuk di wilayah timur, kata dia, petani di Bojonegoro juga mengalami panen raya. Sedangkan di Jawa Tengah (Jateng), panen terjadi di Kabupaten Brebes dan Tegal. “Hampir semua panen di beberapa wilayah,” ungkapnya.

Masalahnya, selain panen bersamaan, Akad menyebut kualitas bawang merah juga tidak terlalu bagus di bulan ini. Penyebabnya, curah hujan tinggi. Akibatnya, kadar asam lebih tinggi dan penyakit mudah datang. “Karena penyakit, petani harus mengeluarkan biaya pengobatan yang lebih tinggi,” tegas pria asal Rejoso ini.

Bagaimana dengan harga menjelang Lebaran nanti? Akad memprediksi harganya tidak banyak berubah. Meskipun nanti naik, tetapi tidak signifikan. “Saya prediksi masih tetap sama. Harganya rendah,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga bawang merah sulit naik di bulan ini. Salah satunya stok yang melimpah hingga beberapa bulan ke depan.

Akad mengungkapkan, sepuluh hari lagi, sejumlah petani di Kecamatan Wilangan, Rejoso, dan Bagor, akan memulai tanam berbarengan. Karena itulah, meskipun diperkirakan permintaan tinggi saat Lebaran, hal itu tidak memengaruhi harga. “Karena stok juga banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Murni, pedagang di Pasar Sukomoro mengatakan, harga bawang merah di pasaran sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Di awal puasa, menurutnya permintaan memang naik. “Dalam sehari, bisa habis sampai 10 sak,” kata perempuan 40 tahun asal Kelurahan Sukomoro ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia