Selasa, 15 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ringkus Pelajar Pencuri Besi Pagar Tol

13 Mei 2019, 11: 30: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Curi

KENA BATUNYA: Petugas Unit Reskrim Polsek Warujayeng bersama para pelaku pencurian besi pengikat pembatas jalan tol dan sebagian bukti besi yang berhasil diamankan. (Polsek Warujayeng for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Kasus pencurian besi pengikat pagar alias pembatas jalan tol akhirnya berhasil diungkap oleh Polsek Warujayeng. Empat pelakunya, yaitu Fad, 14, dan Rik, 14, pelajar SMP Tanjunganom. Ada pula Sul, 15, siswa MTs Tanjunganom dan Samsul Huda, 25, asal Desa Kedungrejo, Tanjunganom. Keempat pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kasus pencurian besi pengikat pagar pembatas jalan tol itu dilaporkan oleh  Ari Wibowo, 39, pada 29 April lalu. Petugas patroli jalan tol asal Desa Kejuran, Kecamatan Taman, Madiun itu menyebut ada 17 besi yang hilang di KM 657+200 hingga KM 658+50 di Desa Sambirejo, Tanjunganom. “Setelah menerima laporan kehilangan, anggota melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Warujayeng Kompol Edy Hariadi.

Dua minggu melakukan penyelidikan, polisi mendapati informasi jika ada tiga bocah yang kerap membawa besi ke pengepul di Desa Kedungrejo, Tanjunganom. Sabtu (11/5) lalu, tim buser Polsek Warujayeng langsung membekuk Fad, 14; Rik, 14; dan Sul, 15, yang sore itu hendak menjual besi hasil curian kepada Lukman Hakim, 49, sang penadah asal Desa Kedungrejo, Tanjunganom.

Dari tiga bocah itu, polisi berhasil mengamankan tujuh besi blocking piece atau besi pengikat yang terakhir kali dicuri dari tol wilayah Baron. “Tujuh besi ini dibeli seharga Rp 270 ribu,” lanjut Edy.

Menurut pengakuan Lukman, lanjut perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu, para pelaku sudah menjual besi blocking piece sebanyak empat kali. Dalam pemeriksaan lanjutan, komplotan pencuri itu juga mengakui terus terang telah mencuri 17 besi pembatas jalan tol di Desa Sambirejo.

Tidak hanya di wilayah Kecamatan Tanjunganom, pelaku yang mayoritas pelajar SMP itu mengaku juga beraksi di wilayah Sukomoro dan Baron. “Mereka beraksi saat malam hari dengan cara melepas baut yang ada di besi blocking piece,” tegasnya.

Setelah mendapatkan barang jarahan, pelaku langsung menyetorkan kepada Lukman, sang penadah. Selanjutnya, Lukman menjual besi tol itu ke wilayah Gresik.

Sementara itu, karena pelaku beraksi terakhir kali di wilayah Baron, Edy menyebut para tersangka berikut barang bukti 12 besi pengikat pagar pembatas jalan tol itu langsung diserahkan ke Polsek Baron. “Penanganan lebih lanjut di sana,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia