Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibu Muda Bunuh Bayi karena Malu

Mengaku Pingsan dan Tindih Janin Sendiri

10 Mei 2019, 14: 19: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

bunuh bayi

MALU: Pelaku pembunuh bayi, Ika, tertunduk saat melintas di ruang tahanan sementara PN Kabupaten Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Bingung, malu, dan tidak tahu harus berbuat apa. Hal-hal seperti itulah yang akhirnya menuntun Ika Wahyuningsih, 25, melakukan perbuatan melanggar hukum. Membunuh bayi yang dia lahirkan.

Fakta-fakta itu terungkap saat sidang kasus pembunuhan bayi tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin. “Saya bingung harus bagaimana,” aku wanita asal Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung itu di depan majelis hakim.

Dalam sidang itu, Ika mengakui sempat pingsan beberapa kali usai melakukan persalinan tanpa pertolongan siapapun. Peristiwa persalinan itu terjadi 14 November 2018. “Saya sempat menghubungi Kamsidi (pacar gelap Ika dan ayah janin, Red) namun tidak ada jawaban,” sambung Ika.

Karena merasa malu, dan dalam keadaan panik, Ika jadi mata gelap. Dia kemudian membekap bayi perempuannya menggunakan sarung. Hingga bayi itu tak bisa bernapas lagi.

Saat melakukan tindakan itulah, Ika mengaku kembali pingsan. Badannya pun ambruk menimpa sang bayi. Hal yang semakin membuat kondisi bayi mengenaskan.

“Kamu melahirkan bayi tersebut jam berapa?” tanya Ketua Majelis Hakim Agus Tjahjo Mahendra.

Mendapat pertanyaan tersebut, Ika mengaku telah melahirkan bayi tersebut sebelum waktu duhur. Namun dia tak tahu persisnya pukul berapa kejadian itu. Kejadian itu sehari setelah dia memijatkan perutnya ke nenek Sumini, 75. Sumini adalah dukun bayi di Desa Krenceng, Kepung, yang dimintanya untuk membantu menggugurkan kandungan.

Setelah bayinya meninggal, Ika menaruhnya di tempat tidur. Setelah itu dia memasukkannya ke tas kresek warna hitam. Dan dibuang pada 15 November 2018. Tindakan itu tak diketahui Kamsidi, 51, pacarya yang masih tetangga.

Di persidangan itu juga terungkap, Ika telah berencana sejak awal akan menggugurkan bayinya. Karena itu dia menyewa kamar di Jalan Kandangan, Desa Kencong, Kepung. Tempat kos itu dicari yang sepi agar tindakannya tak diketahui oleh orang lain.

 “Jadi kamu membuang bayi tersebut, kayak membuang boneka,” tanya hakim anggota Lila Sari. Ika yang mendapat pertanyaan itu tak memberikan jawaban. Dia hanya terisak mendengar pertanyaan sambil mengatakan telah menyesal dengan perbuatannya.

Kasus ini bermula saat terjadi penemuan mayat bayi pada 15 November 2018. Bayi itu ditemukan di Dusun Kebonsari, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia