Selasa, 12 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Dimas Putra Wiranda, Atlet Selam Peraih Emas di Kejuaraan Nasional

Sempat Menangis saat Disuruh Latihan

10 Mei 2019, 13: 28: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

selam kediri dimas

PANEN EMAS: Dimas diapit pelatih Supriyono (kanan) dan guru sekolahnya, menunjukkan medali emas yang baru diperoleh dari kejuraan nasional di Senayan awal Mei lalu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Menjadi atlet selam (fin swimming) bukan pilihan Dimas. Tapi, karena kedisiplinan dan saran orang tua, cabang itu jadi lahan prestasinya. Langganan peraih emas di berbagai kejuaraan itu kini mulai mengarahkan target ke Pekan Olahraga Nasional (PON).

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Tidak ingin mengecewakan orang tua. Itulah motivasi remaja bernama lengkap Dimas Putra Wirananda ini. Tak hanya menjadi penyemangat saat berlatih, tapi juga dijadikan pemompa motivasi saat berlomba. Dan, motivasi itu yang kemudian membuatnya panen medali dari cabang olahraga yang ditekuni saat ini, selam.

“Dari awal saya berpikir bahwa dukungan dari orang tua sangat penting. Sehingga saya selalu bersungguh-sungguh baik saat latihan maupun bertanding,” kata Dimas.

Sore itu Dimas berada di salah satu kolam renang  besar di Kota Kediri. Berlatih rutin. Mengasah kemampuan baik dalam renang maupun selam. Langsung di bawah arahan sang pelatih, Supriyono.

Berbalut jaket training warna hijau berkombinasi garis kuning, Dimas terlihat segar. Rasa lelah setelah melahap materi latihan tak berbekas di wajah putra pasangan Lukman Wahyudi – Sri Wilujeng ini.

Bila melihat deretan prestasi yang diukirnya, banyak yang tak menyangka bahwa pemuda 17 tahun ini seorang yang tergolong manja. Dan itu sudah ditunjukkan sejak awal dia mengenal olahraga air. Tepatnya kala usianya masih empat tahun.

“Dia awalnya takut air,” kenang sang pelatih mengomentari anak asuhnya itu.

Dimas mengenal olahraga air sejak dia duduk di bangku taman kanak-kanak. Pertama kali dikenalkan pada renang oleh sang mama. Yang tak bisa dilupakan oleh orang-orang di sekelilingnya saat ini adalah sikapnya ketika pertama kali diajak berenang. Karena Dimas selalu menolak. Bahkan sampai menangis bila diminta mamanya berlatih.

“Awalnya juga takut sama pelatih. Selalu ada pikiran tidak bisa renang dan takut tenggelam,” kata Dimas beralasan.

Lambat laun, seiring tempaan sang pelatih, Dimas kecil pun mulai berani menghadapi air. Kemampuan renangnya juga meningkat pesat. Beberapa perlombaan pun dia ikuti. Namun, sikap manjanya ternyata tak juga kunjung hilang.

Pengalamannya berlomba saat dia duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu Dimas tidak ditemani orang tuanya saat bertanding. Menurutnya tanpa orang tua itu belum lengkap. “Seperti ada yang kurang. Karena masih kecil ya takut,” ungkapnya.

Dari tekad orang tuanya yang selalu memberi semangat kepada Dimas, ia pun termotivasi. Sekarang air bukan hal yang ditakutinya lagi. Bahkan saat ini dia menganggapnya sebagai sahabat. Yang selalu membuatnya bersemangat setiap waktu. Dari hari ke hari dia berlatih dengan disiplin. Berbagai kejuaraan juga telah diikutinya.

Yang terakhir adalah kejuaraan nasional (kejurnas) selam nomor kolam di Senayan, Jakarta, 30 April – 1 Mei lalu. Tak mengecewakan, dari sana dia berhasil mendulang 4 emas sekaligus. “Alhamdulillah bisa memecahkan waktu terbaik diri sendiri untuk 50 meter bifin,” tambah siswa SMAN 2 Kediri ini sembari tersenyum.

Emas yang didapatnya itu tiga di antaranya adalah individu di nomor 50 meter bifin, 100 meter bifin, dan 200 meter bifin. Sementara satu emas diperoleh dengan kerja sama tim yakni estafet bersama tim Provinsi Jawa Timur (Jatim). “Sebenarnya dapat satu lagi di nomor 400 meter bifin perorangan. Itu medali perunggu,” singgungnya. Selain kejurnas, sebelumnya remaja 17 tahun ini juga sukses membawa pulang emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur di Surabaya awal tahun.

Semua ini memang dari kerja kerasnya. Meskipun demikian menurut Dimas itu tidak membebaninya untuk mengejar pelajaran di sekolahnya yang merupakan sekolah favorit di Kota Kediri.

“Non-akademik penting untuk prestasi. Sekolah juga mendukung. Tapi akademik juga penting, jadi tidak bisa ditinggalkan begitu saja,” paparnya.

Saat ini Dimas juga telah masuk pusat latihan daerah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. Dan dia optimistis bisa  menjadi bagian dari Jatim pada pekan olahraga nasional (PON) mendatang. Dia pun juga bercita-cita bisa bertanding pada ajang yang lebih tinggi. Menjadi atlet nasional yang mengharumkan bangsa ini. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia