Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Keluhkan Perlintasan KA yang Bergelombang

Khawatir Memicu Kemacetan saat Arus Mudik

09 Mei 2019, 12: 03: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Rel

BERBAHAYA: Rel KA di perlintasan Jl Supriyadi Kota Nganjuk belum diaspal hingga kemarin. Akibatnya, cekungan di rel sangat dalam dan membuat pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas di sana jika tak ingin celaka. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Perbaikan jalur ganda segmen I Baron, Sukomoro dan Nganjuk pada Maret lalu masih menyisakan masalah. Hingga kemarin, cekungan rel di perlintasan Kereta Api (KA) Jl Supriyadi, Kelurahan Kauman, Kota Nganjuk belum diaspal. Hal itu membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan memicu kemacetan saat melintas di sana.

Agus Siswanto, 41, warga Kelurahan Mangundikaran, Kota Nganjuk yang setiap hari melintas di sana mengatakan, setiap kali melewati perlintasan KA Jl Supriyadi, kakinya harus diturunkan untuk menjaga keseimbangan. “Kalau (kaki, Red) tidak diturunkan oleng. Cekungan relnya sangat dalam. Belum diaspal,” ujar Agus.

Akibat kondisi rel di perlintasan KA tersebut, para pengendara juga harus mengurangi kecepatannya di sana. Bahkan, untuk kendaraan roda empat harus benar-benar melajukan kendaraan dengan sangat pelan jika tak ingin bodi depan mobil tersangkut. Demikian juga bus yang banyak melewati perlintasan KA tersebut.

Pelannya kecepatan kendaraan tersebut membuat kemacetan panjang setiap kali perlintasan KA ditutup. Baik dari arah selatan maupun dari utara. “Kami khawatir kalau saat arus mudik dan balik lebaran nanti kemacetannya semakin panjang,” lanjut Agus.

Karenanya, seperti rel perlintasan KA di Sukomoro yang sudah diaspal, dia berharap kondisi serupa juga dilakukan di perlintasan Jl Supriyadi. Sehingga, pengendara tak perlu lagi direpotkan saat melewati perlintasan KA paling padat di Kota Nganjuk itu.

Merespons keluhan masyarakat tersebut, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto mengatakan, pemkab akan berkoordinasi dengan PT KAI dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). “Jika memang dianggap membahayakan, perbaikan jalan tersebut akan jadi masukan dan evaluasi pada saat rapat koordinasi,” ujarnya.

Terpisah Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, perbaikan jalan di perlintasan KA Nganjuk itu masih menjadi kewenangan Satuan Kerja (Satker) KA Wilayah Jatim. “Ada kemungkinan perbaikan jalan tersebut akan dilakukan jika nanti kondisi rel kereta apinya sudah padat,” terang Ixfan.

Sayangnya, Ixfan belum mengetahui belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga jalur yang baru dibongkar itu tanahnya menjadi padat. “Untuk masalah teknisnya bisa ditanyakan langsung ke satkernya,” pinta Ixfan sembari menyebut rel di perlintasan KA Jl Supriyadi memang harus diaspal agar tidak membahayakan.

Meski demikian, menurut Ixfan ada hitungan teknis sebelum satker memutuskan melakukan pengaspalan. Sementara itu, Pengawas Sakter KA Wilayah Jatim Sudarto belum bisa dikonfirmasi koran ini. Pesan pendek lewat aplikasi WhatsApp yang dikirim Jawa Pos Radar Nganjuk belum dibalas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia