Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Impor Datang, Harga Bawang Mulai Stabil

08 Mei 2019, 13: 47: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang putih

BERDATANGAN: Pekerja pengangkut menurunkan bawang putih yang tiba di Pasar Grosir Ngronggo kemarin. Harga bawang putih mulai turun setelah kran impor dibuka pemerintah. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Setelah mengalami lonjakan selama tiga bulan terakhir, harga bawang putih akhirnya mulai turun. Penurunan tersebut terjadi salah satunya karena impor komoditas tersebut dari Tiongkok sudah masuk ke Jawa Timur sejak Jumat (3/5). Pendistribusian bawang impor ke daerah-daerah di Jawa Timur itulah yang menjadikan harganya mulai bisa dikendalikan.

Di Kota Kediri, sejak dua hari lalu harga bawang putih juga menunjukkan tren menurun. Bila sebelumnya mencapai Rp 50 ribu per kilogram, kini sudah berada di angka Rp 31 ribu. Itu untuk harga grosir.

“Harga grosir ada yang Rp 30.500 ada yang Rp 31.000 (per kilogram). Untuk eceran kurang tahu,” kata Malik Ashari, pedagang bawang putih di Pasar Grosir Ngronggo.

Naik Turun Bawang Putih di Kediri

Naik Turun Bawang Putih di Kediri

Malik mengakui faktor impor yang membuat harga bisa dikendalikan lagi. “Kalau impor dimasukkan pasti turun. Tapi kalau ditutup pasti ya mahal (lagi),” imbuhnya.

Menurutnya, pihak importir bulan lalu memang menutup akses dan distribusi ke daerah-daerah. Hal itulah yang menyebabkan melambungnya harga bawang putih. “Tapi setelah akses dibuka, langsung terasa. Yang semula Rp 50 ribu, turun ke Rp 35 ribu. Dan hari ini (kemarin, Red) jadi Rp 31 ribu,” paparnya.

Imbas dari penurunan harga itu, kata Malik, permintaan pun kembali banyak. Tersedianya stok di pasaran turut menunjang hal itu. Tiga hari lalu, saat bawang putih mahal, permintaan pun sangat sedikir.

“Sehari bisa habis satu ton,” jelas pria 47 tahun ini menyebut jumlah yang bisa dia jual setelah harga turun.

Malik menambahkan, sebenarnya ada juga bawang putih yang harganya Rp 20 ribu. Namun itu merupakan bawang dengan kondisi rendah dan rusak.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, memang beberapa pedagang bawang putih mengaku sudah mulai menjual dengan harga Rp 31 ribu. Ada juga yang Rp 30.500. mereka memastikan bahwa distribusi bawang putih mulai mudah. “Alhamdulillah stok mulai lancar. Sudah turun lagi dua hari ini,” ujar Badrus, pedagang lain di Pasar Grosir Ngronggo.

Bagaimana dengan harga eceran? Di Pasar Setonobetek, pedagang kebanyakan masih menjual dengan harga lama. Sebab yang mereka jual memang pembelian ketika harga masih Rp 40 – 50 ribu. “Ya ini habiskan stok dulu. Alhamdulillah kalau sudah turun,” kata Murti, pedagang pracangan di Pasar Setonobetek.

Upaya penurunan harga bawang putih ini sebelumnya diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri Yetty Sisworini. Dia menyampaikan bahwa impor bawang putih sudah sampai di Surabaya. “Kita harapkan dengan datangnya 15 ribu ton bawang putih ke Jawa Timur itu bisa membuat harga kembali normal,” kata Yetty.

Sebelumnya, Pemkot Kediri juga melakukan sejumlah upaya. Antara lain adalah menggelar operasi pasar murni (OPM), baik sebelum dan selama Ramadan. Sealin itu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan sidak pasar dan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya agara mereka tidak khawatir akan ketersediaan bawang putih dan juga lebih bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok. Termasuk bawang putih.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia