Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Sediakan 4 Ribu Ton Beras, Bulog Jamin Harga Tak Naik

08 Mei 2019, 13: 43: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

sembako pasar kediri

STABIL: Warga membeli bahan kebutuhan pokok di pasar. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Ini kabar gembira bagi masyarakat. Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Subdivre) Kediri memastikan stok kebutuhan pokok aman selama Ramadan. Sekaligus menjamin tidak ada kenaikan harga beras.

“Harga beras tidak mengalami kenaikan. Ketersediaan melimpah karena saat ini memasuki musim panen,” kata Kepala Bulog Subdivre Kediri Saidi.

Saidi menjelaskan, saat ini Bulog telah memiliki cadangan beras hingga 4 ribu ton. Beras itu untuk didistribusikan di tiga wilayah mereka. Yaitu Kota dan Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk. “Empat ribu ton ini kemungkinan sampai Desember tidak habis. Karena kita kebutuhan satu hari hanya 3-5 ton saja,” urainya.

Dengan perhitungan itulah dia optimistis  Bulog tidak akan kehabisan stok. Apalagi beras yang mereka sediakan itu jenis medium. Sementara sebagian besar masyarakat saat ini mengonsumsi beras premium yang juga sudah terjangkau harganya.

“Mulai Rp 10 ribu sudah bisa dapat beras premium,” kata Saidi.

Selain beras, Bulog juga memastikan stok kebutuhan pokok lain. Di antaranya adalah gula, minyak goreng, dan tepung terigu. Selama Ramadan ini gula yang disediakan Bulog mencapai 125 ton. Sementara minyak goreng dan tepung terigu masing-masing tersedia delapan dan sepuluh ton.

Menurut Saidi stok yang disediakan itu sudah melebihi kebutuhan pasar. Dia yakin bahwa jumlah yang disediakan Bulog tersebut bisa mengamankan kebutuhan masyarakat selama Ramadan. “Insya Allah untuk stok di Bulog sudah cukup. Dan aman selama persediaan bulan puasa,” tegasnya.

Disinggung soal operasi pasar (OP), Saidi mengatakan telah melakukan aktivitas itu menjelang Ramadan. Tepatnya sejak 25 April. Bulog Kediri mendistribusikan bahan kebutuhan pokok ke sejumlah pedagang dan menggelar OP. Dalam kegiatan itu mereka bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Sementara untuk Kota Kediri Saidi menyebut telah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) mulai kemarin (7/5). “Nanti OP di Kota Kediri kami lakukan sampai 26 mei,” ujarnya.

Saidi menambahkan, selama ini Bulog tidak melakukan OP di pasar-pasar tradisional. Selama ini mereka mengisi kebutuhan untuk toko pangan dan rumah pangan kita (RPK). Termasuk toko-toko lain juga telah diisi. “Mungkin OP kita akan dialihkan ke desa-desa,” terangnya.

Operasi pasar ke pedasaan tersebut dilakukan bergantian. Bulog menyediakan 1 hingga 2 ton beras pada satu titik. Menariknya, beras termasuk yang kurang laku. Kalah dengan minyak dan gula. “Karena beras saat ini panen raya, harganya juga tergolong murah. Di toko-toko ada yang Rp 7 ribu dan paling mahal Rp 10 ribu,” jelasnya.

Untuk harga yang tinggi memang pada minyak dan gula. Sehingga Bulog menargetkan harga gula bisa tetap stabil. Ketentuannya tidak boleh melebihi Rp 12.500. Itu sesuai harga eceran tertinggi (HET). Bulog menjualnya dengan harga Rp 11.800. Untuk minyak goreng Rp 12 ribu per liter. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia