Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Target Lelang Taman sebelum Lebaran

DLH Alokasikan Rp 3,5 M untuk Pembangunan

08 Mei 2019, 11: 51: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar

TUNGGU REALISASI: Seorang pemulung mencari sisa barang yang bisa dijual di eks lahan Pasar Wage II. Di lahan tersebut nantinya akan dibangun taman terpadu oleh Pemkab Nganjuk. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Pembangunan taman di eks lahan Pasar Wage II bakal segera terealiasi dalam waktu dekat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk menargetkan lelang proyek senilai Rp 3,5 miliar itu dilakukan sebelum Lebaran, Juni nanti.

Plt Kepala DLH Kabupaten Nganjuk Nur Solekan mengatakan, total pembangunan taman yang mengadopsi konsep tiga negara (Indonesia, Uni Emirat Arab, Korea Selatan) itu dianggarkan sebesar Rp 9 miliar. Untuk tahap awal, DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar. “Kami bangun bertahap dulu,” ujar Solekan.

Alokasi tersebut, lanjut dia, dimanfaatkan untuk pembangunan segmen 1 dari empat segmen taman yang direncanakan. Rencana awalnya, pembangunan taman seluas 1 hektare (ha) itu akan dimulai dari tengah.

Dia menjelaskan, taman eks Pasar Wage II terdiri dari beberapa sarana dan prasarana (sarpras). Di antaranya adalah area selfie, air mancur, taman bunga, tempat duduk kursi, play ground, dan tempat olahraga. “Kami masih belum menentukan di bagian tengah mana dulu yang dibangun. Desain masih kami konsultasikan ke bupati (Novi Rahman Hidhayat),” ungkap pria yang juga kepala dinas perhubungan (dishub) Nganjuk ini.

Meski demikian, DLH menargetkan lelang proyek untuk segmen 1 bisa dimulai sebelum Lebaran. Saat ini, pihaknya tengah menuntaskan detail engineering design (DED). “Begitu DED tuntas, langsung kami lelang. Target sebelum lebaran,” tandasnya.

Bagaimana dengan rencana pembangunan segmen 2, 3 dan 4? Solekan mengatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran DED plus konstruksinya di perubahan anggaran keuangaan (PAK) 2019. Nilainya sebesar Rp 5,5 miliar. “Di PAK kami upayakan bisa dimulai untuk lanjutannya,” ujar pria yang pernah menjabat sekretaris DPRD Nganjuk ini.

Jika target di PAK meleset, Solekan berujar, pembanguan taman akan dianggarkan pada 2020. “Mudah-mudahan saja tidak meleset. Sehingga taman bisa selesai tahun ini,” harapnya.

Untuk diketahui, selain membangun taman, pemkab juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di dekat lokasi tersebut. Solekan mengungkapkan, rencana perubahan lalu lintas di Jl A Yani dan Jl Dermojoyo itu juga menggunakan anggaran pembangunan taman. “Jadi satu paket. Taman dan rekasa lalu lintas di sekitarnya,” tuturnya.

Sesuai rencana, menurut Solekan, kendaraan dari arah Kediri yang melintas di Jl A Yani akan dibelokkan ke kiri mengelilingi taman. Begitu pula arus lalu lintas dari Jl Dermojoyo yang ingin ke utara. Kendaraan dari arah timur tersebut tidak langsung belok ke kanan seperti sekarang. “Harus ke kiri dulu lalu ke kanan melewati taman. Setelah itu masuk lagi ke Jl A Yani,” tegas Solekan.

Rekayasa lalu lintas itu, menurutnya, untuk menghidupkan suasana taman. Selain itu, akses masuk ke Pasar Wage III yang berada di sebelah barat taman menjadi lebih mudah. “Karena nanti kendaraan akan melintasi taman dan depan Pasar Wage (III),” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia