Selasa, 25 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Pemilu 2019: PAN Lebih Berpeluang

07 Mei 2019, 13: 59: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Pileg Kota Kediri

Pileg Kota Kediri

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Kursi pimpinan keempat DPRD Kabupaten Kediri masih menjadi teka-teki. Namun, PAN memiliki peluang lebih besar dibanding Partai Gerindra. Meskipun perolehan kursi kedua partai tersebut bakal sama.

Penyebabnya adalah raihan suara dalam Pemilu lalu. Lebih banyak suara yang didapatkan oleh PAN. Hingga saat ini suara PAN mencapai 85 ribu orang. Sedangkan Gerindra setidaknya akan mendapat 78 ribu suara.

Berdasarkan aturan jika jumlah kursi yang didapatkan sama banyaknya, maka dilihat dari perolehan suara yang lebih banyak. “Prediksi jumlah kursi PAN dan Gerindra memang sama banyak. Tetapi jumlah perolehan suara kita lebih banyak. Insya Allah (kursi pimpinan dewan) akan menjadi jatah kami,” ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri Muhaimin. Muhaimin tercatat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Kediri periode 2014-2019.

Hasil pemilu kali ini, susunan pimpinan dewan bakal berganti. Jika dulu Partai Gerindra mengirimkan Arief Junaidi sebagai wakil ketua, hal itu sulit terjadi lagi. Karena kursi pimpinan sudah pasti diisi PDIP, PKB dan Golkar. Sedangkan yang keempat kemungkinan besar diisi PAN.

Terkait perhitungan yang dilakukan KPU Kabupaten Kediri, pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan. Namun, mekanisme pelaksanaan rekapitulasi yang memakan waktu lama. Hal itu membuat petugas lapangan banyak yang tidak fokus. Sehingga tidak menutup kemungkinan memunculkan kesalahan karena kelelahan.

“Saksi dari kita mau tetap duduk saat rekapitulasi sampai selesai saja sudah bagus. Perlu ada evaluasi dan perubahan sistem penyelenggaraan pemilu ke depannya,” tegasnya.

PDIP diprediksi kuat akan mendapatkan suara sekaligus kursi terbanyak dalam pileg kemarin. Dengan prediksi tersebut, kemungkinan besar jatah ketua DPRD Kabupaten Kediri masih akan dipegang oleh legislator dari partai tersebut.

Partai berlambang kepala banteng tersebut meraup suara tak kurang dari 260 ribu dari pemilihnya di Kabupaten Kediri. Dengan perolehan tersebut, mereka akan mendapatkan jatah 15 kursi. Jauh melampaui PKB yang berada di peringkat kedua dengan kemungkinan 9 kursi.

Sementara itu, dari Kota Kediri, penyebab bergesernya perolehan suara parpol besar diperkirakan karena berkurangnya jumlah kursi yang diperebutkan di Dapil I Kota Kediri. Pemilu sebelumnya di dapil ini tersedia 10 kursi. Namun saat ini hanya 9 kursi. Sementara di dapil III justru bertambah 1 kursi. Dari 11 menjadi 12.

Sejauh ini PAN diketahui telah tergeser oleh PDIP dengan selisih 600 suara. Rekapitulasi KPU Kota Kediri menyebutkan PDIP unggul dengan perolehan 29.124 suara. Sementara PAN memperoleh 28.550 suara.

Sebenarnya perolehan PAN tahun ini tak jauh berbeda dengan perolehan pada 2014. Saat itu PAN meraup 28.797 suara. Artinya saat ini hanya turun 247 suara saja. Kedua parpol ini dipastikan mendapat jatah masing-masing 5 kursi.

Sementara di posisi ketiga dan empat tak ada perubahan seperti pada pemilu 2014. Untuk posisi 3 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih unjuk gigi. Bahkan perolehan suara partai yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU) ini meningkat sekitar 2 ribu suara. Jika pada 2014 PKB mendapat 20.573 suara, untuk tahun ini berhasil bertambah menjadi 22.443 suara. Meski mengalami peningkatan perolehan suara, namun diprediksi PKB hanya dapat 3 kursi saja. Berkurang satu kursi dari 2014 yang 4 kursi.

Di posisi empat Partai gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masih bertengger bersama 3 partai besar tersebut. Menariknya meski suara pada pemilihan presiden (Pilpres) rendah, namun itu tak memengaruhi hasil caleg yang lolos pada Pileg Kota Kediri. Suara Partai Gerindra pada 2014 dan 2019 tak jauh berbeda. Bahkan perolehannya turun dari 16.811 suara menjadi 16.686 suara pada tahun ini.

Meski demikian, partai berlambang kepala garuda tersebut dari perhitungan saint lague mendapat 4 kursi. Bertambah satu dibanding periode sebelumnya. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kediri Huda Salim mengaku bahwa perolehan tersebut sebenarnya tidak sesuai targetnya. “Belum sesuai, tapi tetap disyukuri,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Yang cukup mengejutkan adalah perolehan Partai Nasional Demokrasi (Nasdem). Parpol ini perolehan suaranya melejit dari 2014 yang hanya 7.309 kini menjadi 14.431. Bisa dibilang naik dua kali lipat.

Hilangnya kursi dari PAN dan PKB ini lantaran jatah untuk Dapil 1 Kota Kediri dikurangi. Dari yang semula 10 kursi sekarang menjadi 9 kursi. Sehingga persaingan mendapat kursi di dapil ini dirasa cukup mahal.

Penurunan perolehan kursi sementara juga dirasakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Ketua Fraksi PKS Ayub Wahyu Hidayatulloh penurunan perolehan kursi tersebut karena pemangkasan kursi di Kecamatan Kota. “Kami menyayangkan sebenarnya suara PKS naik tapi kursi hilang satu. Ini pengaruh dari pengurangan kursi di Kecamatan Kota yang dipindah ke Kecamatan Mojoroto,” paparnya.

Ayub menyebut bahwa suara PKS merata diseluruh kelurahan. Meningkat dibanding 2014 lalu yang hanya mendapat 9.101 suara. “Sekarang insyaallah naik menjadi 13.274,” imbuhnya. Dari 13 ribu suara tersebut 5.058 diantaranya didapat dari Dapil 1 Mojoroto.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia