Rabu, 26 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Events

Ramadan, Momentum Rajut Kembali Kebersamaan

Rukyatul Hilal di Kandangan Terhalang Mendung

06 Mei 2019, 15: 24: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ziarah kubur

TRADISI: Beberapa bocah ikut melakukan ziarah kubur di pemakaman Desa Semen, Kecamatan Semen, kemarin. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Ramadan di tahun politik seperti kali ini diharapkan bisa menjadi momentum bagi masyarakat. Yaitu kesempatan untuk kembali merajut kebersamaan dan kedamaian. Menghilangkan semua perbedaan yang ada dan kembali berfokus pada peningkatan amal saleh.

Setidaknya pesan itulah yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Kediri M. Fachrur Rozi. “Mari kita isi Ramadan kali ini dengan ragam amal saleh serta menjaga kondusivitas lingkungan,” ucapnya kemarin.

Fachrur menambahkan, menjalankan ibadah di bulan nan suci ini perlu dengan penuh keimanan dan keikhlasan. “Kita rajut kebersamaan dan kedamaian. Ramadan yang penuh rahmat dan berkah hendaknya mampu kita raih dengan gemilang,” paparnya.

Pesan Fachrur itu terkait dengan penetapan pemerintah tentang awal Ramadan kemarin. Melalui sidang isbat kemarin petang, awal Ramadan ditandai dengan terlihatnya hilal di ufuk kemarin petang. Karena itu, puasa Ramadan akan dimulai pada hari ini.

Terkait dengan penetapan awal Ramadan itu, di Kediri juga dilaksanakan rukyatul hilal, atau melihat posisi hilal. Pelaksanaan rukyatul hilal itu dilakukan oleh tim Badan Hisab Rukyah (BHR) Kemenag Kota dan Kabupaten Kediri. Pelaksanaannya di MAN Kandangan, Kabupaten Kediri.

Hanya, dalam rukyatul hilal itu, tim BHR belum mampu menemukan hilal. Penyebabnya adalah kondisi cuaca. Proses rukyatul hilal tersebut terhalang mendung tebal.

“Tapi beberapa daerah yang melakukan kegiatan yang sama seperti Bojonegoro dan Gresik berhasil melihat hilal,” terang Fachrur.

Pemerintah sendiri menetapkan puasa jatuh pada hari ini, Senin (6/6). Melalui sidang isbat yang digelar Kemenag pusat. Awal puasa tahun ini terasa istimewa karena dua organisasi Islam besar tanah air melakukannya juga bersamaan. “Muhammadiyan dan NU melakukan puasa pada hari yang sama, Alhamdulillah,” tandas Fachrur.

Sementara itu, gairah menyambut Ramadan sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Puncaknya adalah kemarin sore. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi pemakaman untuk melakukan ziarah pada kubur sanak saudaranya.

Tradisi ziarah kubur ini sudah berlangsung sejak dulu. Di Kediri, biasanya berlangsung beberapa hari menjelang jatuhnya bulan puasa. Dan puncaknya adalah H-1 kemarin.

“Memanjatkan doa untuk leluhur yang telah meninggal. Semoga diampuni semua dosanya,” ujar Arif, warga Semen, Kabupaten Kediri yang melakukan ritual ziarah kubur di pemakaman desanya kemarin.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia