Rabu, 27 Jan 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Kejutan Perenang Kediri di Ajang Festival Aquatik Indonesia

Bagi Fokus dengan Ujian

06 Mei 2019, 14: 54: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

faiz perenang

PRESTASI: Faiz (dua dari kanan) bersama Sutoyo (kanan), Didit Presijono (kiri) dan Nurhayati (dua dari kiri) saat menunjukkan medali Kejurnas FAI. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Faizul Akhyar Alghiffari memberikan kejutan di ajang Kejurnas Renang FAI  tahun ini. Menjadi perenang yang tidak diunggulkan, Faiz justru berhasil memberikan kejutan. Meraih satu emas satu perak.

Mata Faizul Akhyar Alghiffari tajam melihat ke depan. Di balik kacamata renang, sorotan matanya terfokus dengan lintasan air. Remaja yang akrab dipanggil Faiz itu seakan tak mempedulikan sekitar lagi.

Posisinya telah siap. Badannya menekuk dengan tangan ke bawah. Seketika aba-aba pelatih terdengar, Faiz dengan mantap melompat ke air. Byur! Selang sepersekian detik ia muncul ke permukaan kolam renang utama Pujasania, Gurah.

prestasi renang

LATIHAN: Faizul Akhyar Alghiffari saat berada di kolam. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Remaja 13 tahun tersebut memang tidak membedakan saat latihan maupun perlombaan. Ia dan sang pelatih menempatkan porsi yang sama untuk kedua hal tersebut. Saat berlatih pun Faiz sangat serius.

Dedikasi tersebut membuahkan hasil manis. Bocah kelas 6 SD yang baru saja usai mengikuti ujian sekolah tersebut membuat kejutan di Festival Aquatik Indonesia. Yang membawa namanya langsung dikenal luas di level nasional.

“Kami sama sekali tidak diperhitungkan di sana,” aku Faiz di sela-sela istirahatnya kepada Minggu Inspiratif Jawa Pos Radar Kediri.

Tanda bahwa Faiz jadi underdog  bisa dilihat dari posisi lintasannya. Dia ditempatkan di lintasan delapan. Lintasan pinggir yang memang biasa diperuntukkan bagi perenang bukan unggulan. Beda dengan perenang unggulan yang selalu dapat jatah lintasan tengah.

Di kejurnas renang yang berlangsung di GBK Aquatic Stadium, Senayan, Jakarta pada Kamis (25/4) itu Faiz mencatatkan kejutan. Meraih satu medali emas dan satu medali perak.

Jalan faiz sangat berwarna dalam menghadapi gelaran kejurnas tersebut. Selain tidak diunggulkan, banyak rintangan yang dialami. Salah satunya adalah masalah waktu perlombaan.

Bagaimana tidak, ajang tersebut digelar hanya selang satu hari dari pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD. Padahal Faiz tercatat sebagai salah satu peserta ujian. Tak ayal, fokus dan perhatiannya pun harus terbagi menjadi dua. Antara kewajibannya di bidang akademik dan kejuaraan yang memang menjadi passion-nya.

Remaja berkulit sawo matang tersebut mengaku harus membagi waktunya. Meskipun kejuaraan tersebut memang sudah dinanti sejak jauh hari, tak berarti Faiz melupakan kewajiban belajar. Setelah sesi latihannya selesai, ia akan menyempatkan untuk belajar dan membaca bukunya.

Keberangkatan Faiz menuju Jakarta bahkan dilakukan tepat sepulang ia merampungkan ujian hari terakhirnya. Yakni pada Rabu (24/4) lalu. Kala itu, mata pelajaran ilmu pengetahuan alam yang diujikan. Siangnya, ia langsung bersiap untuk terbang ke Ibu Kota Indonesia bersama sang pelatih Didit Presijanto.

Kesibukan yang bertumpuk tersebut bukan tidak berimbas kepada kondisi fisiknya. Keberangkatan Faiz ke Jakarta itu pun juga diwarnai dengan kondisinya yang kurang fit. “Sempat terkena flu. Sempat pusing dan bersin-bersin juga,” ungkap remaja yang akan berulang tahun pada 18 Mei mendatang itu.

Sesampainya di GBK, kondisinya pun belum begitu membaik. Bahkan hampir tidak ada bedanya dengan saat berangkat. Flu masih menjangkiti tubuhnya. Rasa pusing pun sempat menghampirinya saat melakukan pemanasan di kolam renang. Namun Faiz berusaha mengabaikannya dan tetap fokus untuk berlomba.

Tekad dan semangat yang tinggi membuat rasa sakitnya tersebut tak lagi terasa untuk sementara. Seakan kalah dengan kobaran semangatnya yang besar. Faiz mengaku pada saat berlomba justru rasa sakitnya itu seperti memudar. “(Penyakitnya) dikalahkan oleh semangat,” timpal Didit.

Berjuang dari kondisi yang tidak diunggulkan dan tidak dalam keadaan fit, Faiz justru bisa memberikan kejutan. Faiz berhasil menjadi yang tercepat di nomor 50 meter. Ia mencatatkan waktu 00:31:25 detik dengan gaya favoritnya, kupu-kupu. Medali emas pun berhasil disabetnya.

Tak cukup dengan satu medali, Faiz juga mengantongi medali perak. Medali tersebut didapat dari nomor 100 meter gaya punggung yang digelar pada Sabtu (27/4). Untuk diketahui, ajang tersebut baru kali ini diikutinya. Dan langsung membawa gelar juara.

Bakat faiz memang sudah lama terlihat oleh tim pelatih. Menimba ilmu di klub renang Dito Asoka, Faiz berhasil mengembangkan bakat dan minatnya. Latihan rutin dan gemblengan mental pun menjadi modal utama dalam bertarung di setiap kejuaraannya.

Berjuang dari daerah yang tidak diperhitungkan, Faiz justru mendapatkan angin. Tidak ada pelatih atau lawan yang menaruh radarnya pada Faiz. Remaja yang lahir pada 2006 tersebut justru termotivasi dengan predikat pendatang baru yang disandangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia