Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Operasional Jalur Ganda, Stasiun Wilangan Ditutup

Empat KA Terganggu

06 Mei 2019, 10: 44: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalur

KEBUT PEKERJAAN: PT KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan jalur ganda KA Nganjuk-Babadan. Saat ini mereka menutup Stasiun Wilangan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Sempat mengalami penundaan karena terkendala teknis, jalur ganda kereta api (KA) resmi beroperasi, Selasa lalu (30/4). Diberlakukannya switch over tahap II ini menghubungkan enam stasiun sejauh 42 kilometer dari Nganjuk, Bagor, Wilangan, Saradan, Caruban, hingga Babadan. Setelah jalur ganda ini resmi beroperasi, stasiun Wilangan resmi ditutup.

Menurut Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, stasiun Wilangan tidak lagi dioperasionalkan setelah ada pemberlakuan jalur ganda. “Stasiunnya ditutup,” kata Ixfan. Nanti, stasiun Wilangan itu akan diganti dengan sinyal antara.

Untuk sinyal KA, Ixfan mengatakan bahwa selama ini KA yang masih menggunakan KA persinyalan mekanik kini diganti dengan persinyalan elektrik yang sudah terpasang. Pamasangan persinyalan elektrik itu bersamaan dengan pemasangan wesel untuk menyambungkan track yang baru. “Proses switch over tahap II diberlakukan setelah KA 50 Turangga melintas,” bebernya.

Untuk diketahui, untuk jalur ganda kecepatan KA sudah bisa 90 km per jam. Sebelum dioperasionalkan, Ixfan menyampaikan hasil uji beban yang dilakukan awalnya dibatasi 60 kilometer per jam. Kecepatan tersebut tidak memenuhi standar. Karena itu operasionalnya sempat dilakukan penundaan selama tiga hari. “Dengan operasional tahap II jalur ganda ini, KA tidak perlu berhenti,” terang pria asal Surabaya ini. Adanya jalur ganda ini, perjalanan KA bisa lebih cepat.

Sementara itu, Pengawas Satker KA Jawa Timur Sudarto menepati janjinya akan menyelesaikan kekurangan usai hasil join inspeksi. Kepada koran ini, pria asli Nganjuk itu menyebutkan beberapa kekurangan seperti bebatuan dan kepadatan jalur bisa diselesaikan tepat waktu, Selasa (30/4).

Sebelumnya Sudarto menyebutkan ada enam titik yang dianggap masih bermasalah. Kini semuanya sudah diselesaikan dan tidak ada genjotan saat melintas di jalur KA. “Kami selesaikan tepat waktu,” ucapnya. 

Untuk pengerjaan switch over segmen Nganjuk-Babadan, rentang waktu pelaksanaannya antara 100 sampai 160 menit, sesuai dengan window time yang telaha ditetapkan oleh Kereta Api Indonesia (KAI). Selasa lalu, dampak pengoperasian jalur ganda segmen Nganjuk-Babadan ini menyebabkan terganggunya beberapa jadwal KA karena ada pembatasan kecepatan. Diantaranya adalah KA BBM Tamb, KA Ranggjati, KA Malioboro, dan KA Sancaka.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia