Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bawa Kabur Motor dan Gawai, Remaja Diamankan

04 Mei 2019, 13: 04: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

pencurian motor

MASUK TAHANAN: Pelaku saat diamankan oleh kepolisian. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kurangnya kasih sayang orang tua, membuat Ahmad Afandi alias Pendik, 19 harus berurusan dengan hukum. Parahnya lagi, dalam melaksanakan aksinya, pria yang merupakan warga Dusun Ngantup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu itu mengajak Awan, 15, yang usianya di bawah umur.

Kejadian tersebut terungkap setelah Kamis (2/5) lalu, Bambang Subagyo, 16, dan Adrian Damayanti, 14 datang ke Polsek Pagu untuk melapor kejadian yang menimpa keduanya. Dalam laporannya, kedua remaja yang merupakan warga Dusun Sumberagung, Desa Ringinagung, Kecamatan Plosoklaten telah menjadi korban pencurian. “Karena sepeda motor korban diambil, untuk ke polsek keduanya diantar oleh warga sekitar,” ujar Kasihumas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Pada saat itu, semula Bambang dan Adrian, sedang nongkrong di kawasan SLG.

Tidak lama kemudian, Pendik yang mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi AG 4106 FL mendatangi Bambang dan Adrian. “Tidak datang sendirian, Pendik saat itu membonceng Awan,” imbuhnya.

Keempatnya lantas mengobrol seolah saling mengenal. Tidak lama kemudian, Pendik dan Awan mengajak Bambang dan Adrian untuk pergi ke sebuah warung dekat RSUD SLG. Meski baru mengenal, Bambang dan Adrian tidak menaruh curiga sama sekali. Dengan sepeda motor masing-masing, keempatnya menuju lokasi yang dimaksud. “Namun ketika di tengah perjalanan, Pendik mengatakan ingin mencoba sepeda Yamaha Jupiter milik Bambang,” tutur Erwan.

Mengiyakan permintaan tersebut, sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa nomor polisi diberikan kepada Pendik. Pada saat itu, Adrian dibonceng oleh Pendik. Sementara Bambang dibonceng oleh Awan.

Setelah bertukar sepeda motor, mereka melanjutkan perjalanan. Namun sesempainya di Jalan Umum Desa Tanjung, Kecamatan Pagu. Tepatnya di sekitar Sumber Lumbung, Pendik berusaha meminta gawai milik Adrian. Karena merasa ketakutan, dengan sukarela Adrian langsung memberikan gawai merek Asus miliknya.

Setelah mendapat gawai tersebut, Pendik lantaran langsung mendorong tubuh Adrian. Tidak hanya mendorong, dengan menggunakan tangan kanan, Pendik memukul telinga kiri Andrian sebanyak dua kali. Karena merasa ketakutan, Andrian dan Bambang lari menuju dalam Sumber Legundi. “Pendik lantaran langsung membawa kabur sepeda motor dan gawai, diikuti oleh Awan,” terang Erwan.

Sekitar 15 menit kemudian, Bambang dan Andrian keluar dari lokasi persembunyian. Keduanya meminta tolong bantuan warga sekitar, untuk diantarkan ke Polsek Pagu. Petugas yang saat itu mendapatkan laporan, langsung melakukan pencarian.

Tidak butuh waktu lama untuk mengamankan keduanya, sekitar pukul 23.00 WIB. Pertama petugas berhasil mengamankan Awan, yang saat itu berada di rumahnya di Desa Kambingan, Kecamatan Pagu. Lima jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB petugas berhasil mengamankan Pendik di rumah kakeknya.

Untuk proses selanjutnya, Pendik bersama dengan barang bukti berupa satu sepeda motor Yamaha Jupiter, satu gawai merek Asus warna hitam, satu buah charger merek Oppo, dan satu sepeda motor Honda Revo diamankan di mapolsek.

Akibat perbuatannya, Pendik telah melanggar Pasal 365 Ayat 1 dan Ayat 2 ke1 dan 2e KUHP tentang pencurian. “Karena Awan masih di bawah umur, kami kembalikan ke orang tua namun proses hukum masih berjalan,” tutupnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia