Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Info Haji Kediri: Ratusan Calon Haji Gagal Berangkat

02 Mei 2019, 13: 42: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Biaya Haji Kediri

Biaya Haji Kediri

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap II telah mulai dapat dilakukan oleh calon jamaah haji (CJH), kemarin. Pelunasan tahap dua sendiri berlangsung sejak kemarin hingga nanti ditutup pada Jumat (10/5) depan.

Pelunasan tahap II sendiri hanya diperuntukkan bagi CJH dengan kondisi atau prasyarat tertentu. Salah satunya adalah jamaah haji yang berhak melunasi pada tahap I tapi saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran. Namun, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota yang bersangkutan.

Selain itu, tahap II ini juga disediakan bagi CJH yang sudah berstatus haji sebelumnya. “Kalau sudah pernah berhaji sebelumnya, otomatis yang bersangkutan ikut pelunasan yang tahap II,” terang Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Aziz Oesman.

calon jamaah haji

LUNASI BIAYA: Calon jamaah haji saat di kantor Kemenag Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Pelunasan tahap II juga diperuntukkan bagi pendamping CJH yang telah lanjut usia. Dan yang bersangkutan telah melunasi BPIH pada tahap I. Patokan lansia itu adalah minimal berusia 75 tahun.

Dalam tahap ini juga mengakomodasi jamaah haji penggabungan. Yaitu antara suami-istri dan anak kandung-orang tua yang terpisah. Namun, untuk pendampingan dan penggabungan itu ada syaratnya. Yaitu pendamping atau penggabungan tersebut harus terdaftar sebelum 1 Januari 2017. Serta terdaftar di provinsi yang sama.

“Untuk jamaah yang masuk dalam cadangan juga berhak melunasi pada tahap II ini,” terang Aziz.

Sementara itu, pelunasan tahap I telah ditutup pada Selasa (16/4) lalu. Dalam pelunasan tersebut terdapat ratusan CJH yang tidak melakukannya. Berdasarkan keterangan dari Aziz, jumlah CJH yang seperti itu mencapai 119 orang.

Dia menegaskan bagi CJH yang tidak bisa melakukan pelunasan tersebut dipastikan tidak akan mendapatkan tempat. Dengan kata lain mereka gagal untuk berangkat ke Tanah Suci.

Menurut keterangan Aziz, ada dua alasan yang melatarbelakangi CJH tersebut tidak melakukan pelunasan pada tahap I. Yaitu karena memilih untuk berangkat tunda dan ada pula yang meninggal.

Untuk alasan berangkat tundam menurut Aziz, terdapat beberapa alasan personal dari CJH yang bersangkutan. Mulai dari kondisi ekonomi hingga mental dari CJH sendiri.

Untuk diketahui, para CJH yang dinyatakan tidak istitha’ah atau mampu oleh dinkes, maka namanya secara otomatis tidak akan muncul dalam daftar bank. Sementara itu, ada 1.077 CJH pada tahap pertama yang telah ditetapkan istitha’ah dan bisa melakukan pelunasan BPIH di Kabupaten Kediri. Namun hingga batas yang ditentukan hanya 958 CJH yang melunasi BPIH tersebut.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia