Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Show Case
Aksi Cepat Tanggap

Siaga Bencana, ARI Gelar Pelatihan untuk Pelajar Sleman

30 April 2019, 14: 33: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

pelatihan siaga bencana act

TANGGAP: Tim ARI saat melakukan pelatihan. (ACT News)

Share this          

SLEMAN - Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Akademi Relawan Indonesia (ARI) mengadakan Pelatihan dan Simulasi Siaga Bencana untuk seluruh siswa SMA N 1 Depok, Sleman, Jumat (26/4).

Kegiatan diawali dengan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada setiap perwakilan kelas Pramuka Peduli dan PMR Sekolah. Siswa diberikan materi Potensi Bencana Jogjakarta, analisis risiko bencana di sekolah dan melakukan lokakarya pemetaan sekolah untuk pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul (assembly point).

Andri Perdana, Kepala ARI mengatakan, sebagaimana kita ketahui Jogjakarta memiliki berbagai potensi bencana alam, seperti gempa Bantul tahun 2006, erupsi Merapi tahun 2010, angin puting beliung, kebakaran, dan banjir beberapa tahun terakhir.

siaga bencana

PRAKTIK LANGSUNG: Peragaan antisipasi kebakaran yang disebabkan kompor gas. (ACT News)

“Saat gempa di Bantul tahun 2006, bencana itu memakan korban sedikitnya 6.234 jiwa. Itu terjadi di luar jam kegiatan belajar. Seandainya terjadi saat jam kegiatan belajar mengajar sekolah,  potensi korban yang ditimbulkan lebih banyak," ujar Andri kepada ACT News.

Setelah kegiatan pelatihan, seluruh perwakilan siswa kembali ke kelas untuk melakukan briefing dan simulasi siaga bencana dengan mengarahkan seluruh siswa menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang sudah. Pada sesi selanjutnya siswa juga mendapatkan pelatihan pemadaman kebakaran dengan menggunakan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan) untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di sekolah atau di rumah.

Wakil Kepala Sekolah Bid. Kemahasiswaan SMAN 1 Depok Eko Yulianto, memberikan apresiasi kepada tim Akademi Relawan Indonesia, atas terselenggaranya kegiatan ini. "Besar harapan dari pihak sekolah agar program Tanggap Bencana ini terus berkelanjutan antara Akademi Relawan Indonesia dengan pihak sekolah di berbagai kesempatan," pungkas Eko.

Sementara itu ketua OSIS SMAN 1 Depok, Deandra juga menyampaikan rencananya untuk mengadakan pelatihan tanggap bencana secara rutin. "Setiap tahun akan diagendakan kegiatan seperti ini, yang juga menjadi kegiatan OSIS tahunan dan lebih intens," ujar Daendra.  

Selain pelatihan dan simulasi, dalam Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, pihak sekolah juga menggalang kepedulian untuk berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Kegiatan diakhiri dengan penyaluran donasi sebesar Rp 3.188.000 melalui ACT DIY untuk pemulihan pascagempa Lombok.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia