Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jalur Ganda Babadan-Nganjuk Siap Operasi

Pasang Early Warning System

30 April 2019, 11: 27: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

jalur ganda

UJI BEBAN TERAKHIR: Satu unit kereta api yang berhenti di stasiun Nganjuk bersiap melakukan uji beban di jalur Babadan-Nganjuk sepanjang 42 kilometer, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Jalur Kereta Api (KA) Babadan-Nganjuk dipastikan bisa beroperasi lebaran nanti. Hal tersebut diketahui setelah PT KAI Daop 7 Madiun dan Satker Pengawas Wilayah Jatim melaksanakan uji beban kelayakan jalur ganda, kemarin.

          Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan, dalam uji beban kemarin, PT KAI sekaligus mengecek rute dari Babadan, Caruban, Saradan, Wilangan, Bagor, hingga Nganjuk sejauh 42 kilometer. “Kami ingin memastikan jalur ganda untuk tahap II ini berjalan lancar,” ujarnya.

          Lebih jauh Ixfan mengungkapkan, pihaknya tak ingin kendala pada tahap I segmen stasiun Baron, Sukomoro dan Nganjuk terulang. Pasalnya, saat operasional sempat ada masalah teknis di perlintasan Nganjuk.

Untuk mencegah agar hal serupa tak terulang, mereka menggelar uji beban jalur ganda untuk kali terakhir, kemarin. “Semua berjalan aman dan lancar, siap beroperasi,” terang Ixfan.

          Untuk mengantisipasi masalah pada rel kereta api, uji beban sengaja dilakukan selama beberapa hari. Di hari terakhir kemarin, tim mengecek lengkungan, sinyal hingga jalurnya. Karena sudah tidak ada kendala, Ixfan meyakini pada Minggu (28/4) nanti, KA sudah bisa beropersi di jalur ganda yang baru. “Pemeriksaan uji beban tuntas hari ini (kemarin, Red).Harapannya operasional tidak ada kendala,” imbuhnya.

          Sementara itu, selain memeriksa jalur ganda, tim juga mempertimbangkan 20 perlintasan dari stasiun Babadan hingga Nganjuk. “Sepuluh sudah ada yang jaga.Sisanya tidak ada,” tegasnya.

          Untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan tak berpalang pintu itu, menurut Ixfan pihaknya akan memasang Early Warning System (EWS) di tiap lokasi tersebut. Diakui Ixfan, selain masalah perlintasan yang tak berpalang pintu, PT KAI masih menghadapi kendala lainnya.

          Misalnya, masih banyak perlintasan yang tidak sesuai dengan standar. Yaitu, jarak antarperlintasan yang terlalu dekat. Selain itu, masih banyak penjaga yang tidak bersertifikasi perlintasan KA. “Harusnya penjaga perlintasan juga tersetifikasi,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia