Jumat, 22 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Uji Coba Lawan Persis, Pemain Baru Persik Masih Grogi

29 April 2019, 18: 38: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Persik Kediri

SPRINT: Septian Satria Bagaskara membawa bola ke pertahanan Persis. Bagas belum mampu mengeksekusi dengan baik peluang gol pada pertandingan uji coba kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Pertandingan uji coba pertama Persik Kediri melawan Persis Solo kemarin berakhir dengan kekalahan. Bermain di kandang sendiri, skuad berjuluk Macan Putih ini ditekuk tamunya dengan skor 1-2.

Meski gagal meraih kemenangan, namun permainan tuan rumah kemarin dinilai sudah cukup bagus. Mereka mampu mendominasi pertandingan. Meskipun masih buntu di penyelesaian akhir.

Dua gol tim tamu masing-masing tercipta di menit 21 dan 64. Sedangkan gol tunggal Persik dicetak oleh Faris Aditama. Gol itu tercipta pada menit 31. Melalui umpan crossing pemain sayap kanan Ikmal Nur Samsu.

logo Persik

logo Persik

Pelatih Persik Nassal Mustofa menyebut anak asuhnya kemarin bermain tanggung. Terutama saat awal babak pertama. Komunikasi antarpemain masih kurang.

“Tapi setelah briefing, di babak kedua, kami bisa keluar dari tekanan,” papar Nassal.

Terbukti, pada babak kedua Bagas dan kawan-kawan bermain lebih lepas. Bahkan mereka menguasai permainan sepanjang paruh waktu kedua itu.

Menurut sang pelatih, gol-gol yang terjadi di gawang timnya akibat kurang terjalinnya pengertian di lini belakang. “Maklum kami baru beberapa hari latihan dan langsung uji coba dengan suasana meriah seperti ini,” tandasnya.

Nassal menyebut masih ada waktu untuk persiapan Liga 2. Dan dia optimistis mampu memperbaiki permainan anak asuhnya.

Sebenarnya kemarin dari segi permainan Persik tidak kalah dengan Persis Solo. Apalagi sebagian besar pemain Persik merupakan anak-anak muda. “Kelemahan kami mungkin masih pada centre back. Drajat sakit tidak bisa ikut hari ini (kemarin, Red),” sebutnya.

Terutama untuk bola-bola crossing, itu yang harus menjadi perhatian utama dan sangat diantisipasi olehnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh stopper Persik yang posturnya tidak terlalu tinggi. Nassal sudah mengantisipasi dengan cara tidak memberi kesempatan lawan untuk melakukan crossing.

“Anak-anak mampu mengantisipasinya. Bahkan gol yang tercipta tidak melalui proses. Tidak ada peluang untuk menciptakan gol dengan umpan-umpan pemain,” paparnya.

Yang disayangkan pelatih asal Tegal ini, kemarin peran sang kapten Galih Akbar Febriawan dinilainya kurang maksimal. Sehingga pemain yang menyandang gelar best player pada Liga 3 2018 tersebut harus diganti di pertengahan pertandingan. “Saya lihat dia kurang berani meminta bola. Tidak aktif, saya rasa dia kurang fit hari ini (kemarin, Red),” jelasnya.

Mengenai mental sejumlah pemain baru yang kemarin diturunkan, Nassal mengaku bahwa anak asuhnya banyak yang masih nervous. Termasuk melihat euforia pendukung Persik yang luar biasa. Kemarin Persikmania memadati Stadion Brawijaya. “Apalagi baru uji coba pertama. Tapi lambat laun mereka bisa menyesuaikan diri,” ujarnya.

Pekerjaan selanjutnya Nassal akan menekankan pada persiapan mental pemain. Termasuk finishing yang kemarin banyak mengalami kegagalan. Seperti peluang dari sejumlah crossing dan umpan lambung. Striker andalan Persik Bagas tak mampu mengeksekusinya dengan maksimal.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia