Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Di Mojoroto, Pilpres dan DPR RI Sudah 100 Persen

27 April 2019, 12: 29: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

kpu kediri

KERJA KERAS : Petugas KPU Kota Kediri di antara tumpukan data yang harus diinputnya ke Situng KPU, kemarin. (IQBAL SYAHRONI - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Penghitungan untuk beberapa surat suara sudah mampu diselesaikan oleh panitia pemilihan kemarin. Salah satunya di dapil Kecamatan Mojoroto. Di tempat itu, PPK setempat telah menyelesaikan penghitungan suara untuk pemilihan presiden (pilpres) dan anggota DPR RI.

Sementara, untuk penghitungan surat suara DPRD provinsi, DPRD kota, dan DPD, masih belum terinput seluruhnya.

 “Tinggal ada beberapa TPS dari Mojoroto yang belum masuk input dari PPK ke KPU,” terang operator Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU Kota Kediri Zainudin Mahfud.

Diperkirakan, hari ini seluruh kecamatan bisa menyelesaikan proses penghitungan dan rekapitulasi itu. Seperti di PPK Pesantren misalnya. Sebenarnya pagi kemarin sudah menyelesaikan penghitungan surat suara. Mulai dari DPD hingga Pilpres. Namun petugas KPU belum bisa menginput datanya karena saat proses harus disertai dengan input gambar C-1. Padahal scan C-1 dari daerah pemilihan Pesantren belum seluruhnya diterima KPU.

Menurut  Zain, proses input data itu mulai dari pihak kecamatan yang memberikan soft copy dan hard copy hasil penghitungan surat suara. “Setelah diberikan akan segera di input untuk melihat ada berapa banyak error penghitungan surat suara yang dilakukan,” imbuh Zain.

Hingga kemarin, masih ada suara isian yang salah dari 965 TPS yang sudah diinput KPU. Data salah itu masih di angka 9,9 persen. Bila dipilah lebih mendetil, kesalahan itu terjadi di 97 TPS. Kebanyakan adalah kesalahan penghitungan total suara.

Kesalahan jenis itu, contoh Zain, misalnya ada 200 suara yang sah. Namun saat penulisan di kolom jumlah total di bagian bawah, angkanya berbeda. “Seperti misal ditulisnya jadi 201 atau 199 total,” terangnya.

Hal tersebut tetap akan diinput oleh petugas KPU untuk melihat ada berapa isian yang salah. Makanya, petugas KPU selain meminta hasil rekap dalam bentuk soft file, juga meminta dalam bentuk hard file. “Agar dapat input data dengan apa yang didapatkan dari PPK,” ujarnya.

Selama ini cara perhitungan situng dilakukan dengan memindai form C-1 atau hasil penghitungan pada setiap TPS. Tak hanya itu, petugas juga melakukan input pada data hasil penghitungan suara.

Diawali dengan proses scan dan kemudian hasilnya diinput oleh operator. “Setelah itu akan diverifikasi oleh tim verifikator hingga kemudian diunggah pada situng KPU pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Kediri Wahyudi menyebut bahwa hasil itu belum bisa menjadi patokan sepenuhnya. Wahyudi menjelaskan bahwa hasil resmi setelah dilakukan rapat pleno KPU sekitar akhir April. “Kalau dari internal mungkin sudah ada rekapan sendiri yang berasal dari saksi masing-masing partai. Hasil akhirnya nanti tetap pada rekap KPU nanti,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia