Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan dan Mutilasi Budi: Tiga Pasal untuk Pelaku

26 April 2019, 15: 20: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

BERLAPIS: Pelaku saat melakukan rekonstruksi kejadian di TKP. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI – Polisi masih terus mengembangkan tiga pasal pidana yang disangkakan kepada dua pelaku mutilasi terhadap Budi Hartanto, warga Kelurahan Tamanan, Mojoroto, Kota Kediri. Salah satunya adalah menjerat kedua pelaku itu dengan pasal pembunuhan berencana.

Tiga pasal akan disangkakan pada Aris Sugianto, 34, warga Desa Mangunan, Udanawu, Kabupaten Blitar, dan Azis Prakoso, 23, warga Desa/Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa. Serta pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Tepatnya pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela.

Pasal-pasal itu diambil setelah melihat keterangan dan fakta saat rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi pada Rabu (24/4) lalu. Terbukti uang, handphone, serta sepeda motor yang dipakai oleh Budi Hartanto diambil dan dikuasai para pelaku. Bahkan nomor polisi sepeda motor Honda Scoopy milik Budi itu juga diganti.

Dari penguasaan barang milik guru honorer SDN Banjarmlati II itu keduanya dikenai penerapan Pasal 365 KUHP ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan. Yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Mutilasi Budi Hartanto

Mutilasi Budi Hartanto

Namun, bisa juga pasal yang dikenakan kepada Azis dan Aris adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa. “Fakta-fakta akan diperdalam oleh para penyidik dari keterangan dan fakta saat rekonstruksi,” imbuh Leonard.

Penyidik Polda Jatim juga masih mendalami pasal pembunuhan berencana dari rekonstruksi dan keterangan lain. Bisa saja, kedua pelaku dikenai pasal berlapis atau salah satu pasal saja.

Sedangkan untuk berkas acara dari penyidik, Leonard menyebutkan bahwa nanti akan diberikan ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya. “Nanti akan tetap kami berikan ke Kejati untuk berkas pembunuhan ini,” terangnya.

Berkas tersebut masih dalam tahap penyidikan. Namun pihaknya tetap akan menyelesaikan pemberkasan kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut secepatnya. Karena saat dilakukan rekonstruksi, ada beberapa penambahan dalam beberapa adegan yang kurang sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh tersangka saat dimintai keterangan di Polda Jatim.

Untuk diketahui, Aris dan Aziz terbukti bersalah karena keduanya mengaku mereka memutilasi kepala Budi. Setelah Budi dinyatakan meninggal karena kehabisan nafas dan kehabisan darah.

Motif pembunuhan tersebut berawal saat Aris dan Budi yang cekcok adu mulut pada Selasa (2/4) malam. Keduanya cekcok karena Aris tidak memberikan uang kepada Budi setelah keduanya berhubungan intim di warung nasi goreng milik Aris di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Saat cekcok, Aziz yang berada di lokasi tersebut mencoba menenangkan keadaan. Namun, saat ditenangkan, Budi malah tambah marah dan menampar Aziz. Tidak terima Aziz balik memukul Budi.

Merasa terancam, Budi mengambil benda tajam yang berada di sekitar lokasi warung nasi goreng milik Aris. Namun, Aziz dengan gesitnya mengambil alih senjata tajam yang menyerupai parang ini, dan langsung menyabetkannya ke leher dan punggung Budi.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, sebenarnya Aziz dan Budi tidak memiliki hubungan apapun. Hanya Aris dan Budi yang memiliki hubungan pertemanan satu komunitas. Kebetulan Aziz saat itu sedang main ke tempat Aris. Karena keduanya diketahui sudah akrab sejak kecil. Kedua tersangka itu bertetangga di Desa Ringinrejo sebelum salah satunya pindah ke Blitar.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia