Jumat, 24 May 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Setyono: Berawal dari Utang saat Beli Ayam

25 April 2019, 18: 27: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan setyono

TERDAKWA: Bowo bersama penasihat hukumnya saat mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. (Dwiyan Setya  - radarkediri.id)

KABUPATEN KEDIRI – Persidangan kasus pembunuhan Setyono, 35, warga Desa Manggis, Kecamatan Ngancar memasuki agenda pemeriksaan saksi. Kemarin (24/4) yang bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri adalah Lugati, istri Bowo, 36, terdakwa yang juga tetangga korban.

Menurut Lugati, suaminya kenal dengan korban berawal dari jual beli ayam. Satu bulan setelah kenal, Setyono sering ke rumah Bowongobrol ayam. “Saya tidak tahu permasalahan mereka. Ayam yang bagaimana ndak tahu, pokok ada yang beli ya suami saya jual,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Lugati mengatakan, suaminya memiliki utang Rp 2 juta pada Setyono. Karena tak kunjung dilunasi, Setyono menagih melalui media sosial WhatsApp. Dia mengajak bertemu pada Senin malam (21/1). “Sampai di rumah, Setyono mengambil pisau yang terselip di bambu kandang ayam, kemudian menagih utang sambil menodongkan pisau ke arah leher suami saya dan sempat ditepis hingga terjadi perkelahian,” paparnya.

Perkelahian terjadi saling dorong. Bahkan, keduanya berguling-guling. Lugati mengatakan, Setyono menyerang dahulu. Kemudian Bowo berbalik menguasai pisau dan menusuk Setyono hingga akhirnya meninggal.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Agus Thahjo Mahendra itu juga menghadirkan saksi lain. Salah satunya, Yaman, tetangga Setyono. Dia mengaku, bersama saksi lain memberitahu kepala dusun untuk ke rumah korban. “Sempat dibawa ke rumah sakit tapi sudah meninggal,” ungkap Yaman.

Menurutnya, kejadian berlangsung di belakang rumah Bowo. “Saya awalnya tidak tahu alat yang digunakan untuk membunuh. Namun, dari keterangan polisi bahwa alat yang digunakan adalah pisau,’’ imbuhnya.

Dari tangan terdakwa, polisi mengamankan pisau, baju Setyono, dan handphone (HP). Bowo dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang ancaman pidananya 7 tahun penjara.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia