Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Budi: Disabet Parang, Dipukuli, Dibungkam, lalu Dimutilasi

25 April 2019, 16: 24: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

mayat tanpa kepala udanawu

LEMPAR: Aris peragakan saat membuang kardus berisi kepala Budi. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Bak sinetron, rangkaian adegan dalam rekonstruksi kasus mutilasi Budi Hartanto kemarin terdiri dari belasan adegan. Lokasinya pun langsung di tempat-tempat di mana korban berada sebelum dibunuh secara kejam oleh tersangka Aris Sugianto dan Azis Prasongko. Mulai dari sanggar dance milik korban di GOR Jayabaya Kota Kediri hingga mayat terpotong kepala yang dibuang di Sungai Temas Lama, Desa Karnaggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar.

Dan, puncak cerita rekonstruksi itu ada di adegan 11 dan 12. “Puncak pembunuhan ada di adegan 11 dan 12. Setelah tersangka Azis menyerang korban,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera saat memberi penjelasan kepada awak media di sela-sela rekonstruksi kemarin. Menurut Barung, pada adegan kedelapan menggambarkan bagaimana tersangka Azis Prakoso mulai cekcok dengan korban Budi Hartanto.

Kedua tersangka sudah tiba pada Selasa (23/4) sore. Keduanya kemudian diinapkan di ‘hotel prodeo’ yaitu di ruang tahanan dan barang bukti (tahti) Polres Kediri Kota. Setelah itu, pagi hari kemarin keduanya dikeler oleh petugas untuk memeragakan adegan demi adegan kekejaman mereka menghabisi nyawa Budi, warga Kelurahan Tamanan, Mojoroto, Kota Kediri.

“Adegan pertama yaitu saat korban berada di sanggar tari. Di mana ada tiga saksi teman korban yang terakhir bertemu dengan korban,” kata Barung.

Setelah itu, kedua tersangka dibawa ke Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Ke rumah kontrakan milik tersangka Aris. Di lokasi inilah Budi dihabisi hidupnya.

Mutilasi Budi

Mutilasi Budi

Awal adegan ini adalah ketika korban Budi, yang diperankan seorang anggota polisi, tiba dengan mengendarai Honda Scoopy. Perkiraa tibanya Budi itu sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu tersangka Azis duduk di kursi depan warung. Sementara tersangka Aris menunggu di kamar. Usai memarkir kendaraannya Budi langsung menuju kamar Aris. Keduanya disebut melakukan hubungan terlarang.

Usai berhubungan badan, dua orang gay itu tiba-tiba cekcok. Penyebabnya adalah karena Aris tak memberi uang kepada Budi. Budi yang tidak terima berteriak memaki-maki Aris.

Azis yang semula duduk di kursi depan mencoba menenangkan Budi agar tak berisik. Tapi yang terjadi justru pertengkaran antara keduanya.  Keduanya saling tampar. Tamparan dari Azis sempat membuat Budi nyaris tersungkur. Namun dia masih bisa berpegangan pada kursi. Gambaran itu terlihat di adegan ketujuh.

Saat nyaris tersungkur itulah Budi melihat parang yang tergeletak di atas lincak (kursi panjang dari kayu). Budi kemudian mengambil parang itu dan digunakan menyerang Azis.

Diserang Budi, Azis berusaha menghindar. Akhirnya dia bisa merebut pisau besar itu dari tangan Budi. Dan langsung menyabet bagian punggung korban. Disusul dengan pukulan bertubi-tubi ke tubuh Budi.

Setelah terkulai lemas, Azis memegang kerah baju Budi. Kemudian korbannya itu dia bawa masuk ke bagian dalam warung. “Pada saat itu korban masih hidup, namun terluka cukup hebat,” terang Barung.

Setelah itu ada adegan Aris mencoba membungkam mulut Budi dengan kedua tangannya. Tindakan itulah yang diperkirakan membuat Budi tak bisa bernapas dan meninggal.

Awalnya kedua tersangka kebingungan cara menghilangkan jejak kejahatannya. Akhirnya Aris mendapat ide memasukkan tubuh Budi ke koper milik ibunya. Aris pun menggunakan motor milik Budi untuk mengambil koper di rumahnya, di Desa Mangunan, Udanawu.

Di koper itu awalnya mayat Budi hendak dimasukkan. Ternyata, kepalanya tak muat. Sehingga mereka memenggal kepala itu. Dan menempatkan pada kardus bekas.

Sebelum berangkat membuang tubuh korbannya, kedua tersangka membersihkan dulu bercak darah yang menempel di warung. Baru sekitar pukul 03.00 WIB kedua tersangka berangkat membuang mayat Budi.

Hingga saat ini polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 340 sub 338 KUHP tentang pembunuhan. Dan atau pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban sampai meninggal. “Nanti akan dilakukan pendalaman setelah rekonstruksi,” terang Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela, kemarin.

 

Dari GOR Jayabaya hingga ke Udanawu

1.     Adegan pertama reka ulang berlangsung di sanggar tari milik Budi di GOR Jayabaya Kota Kediri. Di tempat ini hanya berlangsung satu adegan.

2.     Adegan rekonstruksi terbanyak berlangsung di warung nasi goreng milik tersangka Aris di Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Di tempat ini jumlah adegannya mulai dua hingga 27.

3.     Dua adegan, nomor 28-29 dilakukan di dam Sungai Gladak di Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Aris turun dari sepeda motor, dan membuang kardus berisi kepala Budi dengan cara melemparkan dari jarak yang cukup jauh. Aris mengecek kardus berisi kepala itu sudah masuk sungai dari suara air.

4.     Adengan ke-30 berlangsung di Jembatan Kali Temas Lama, Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar. Keduanya mengayunkan koper membuang tubuh Budi.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia