Selasa, 22 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Pembunuhan Budi Hartanto seperti Syuting Sinetron

Warga Penasaran dan Teriaki Pelaku

25 April 2019, 15: 50: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

RAJA TEGA: Adegan reka ulang saat tersangka Azis dan Aris mengangkat koper berisi jenazah Budi yang sudah dimutilasi. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Kasus mutilasi dengan korban Budi Hartanto, 28, yang terjadi Selasa (2/4) silam benar-benar memantik perhatian besar masyarakat. Perhatian besar itulah yang membuat lokasi rekonstruksi kasus tersebut kemarin seperti tempat syuting sinetron. Ratusan orang memadati TKP tempat pelaksanaan rekonstruksi.

Bahkan, di lokasi pembuangan mayat di Sungai Temas Lama, Udanawu, Kabupaten Blitar, jumlah massa yang melihat lebih banyak lagi. Sebab, lokasi itu ada di tepi jalan. Warga yang melintas memilih menepi untuk menyaksikan adegan rekonstruksi. Tak pelak, jalanan yang menghubungkan Kediri dan Blitar itu sempat macet selama sekitar seperempat jam.

Di lokasi utama rekonstruksi, di warung nasi goreng milik pelaku Aris Sugianto di Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri, massa sudah berjubel sebelum pukul 09.00. Meskipun polisi sudah memasang garis pembatas, warga tak terlalu mengindahkan. Sempat bergeser mundur ketika diminta polisi, mereka kembali merengsek maju saat adegan demi adegan diperagakan oleh kedua tersangka.

Rombongan polisi terdiri dari Polda Jatim, Polres Kediri Kota, Tim Inafis, Labfor Polda Jatim, dan Dokpol Bhayangkara. Mereka datang ke TKP itu dari arah Kandat. Kedua tersangka dibawa dalam dua mobil terpisah. Aris Sugianto, warga Desa Mangunan, Udanawu, Kabupaten Blitar datang lebih awal. Dia ditempatkan di mobil Avansa hitam milik Jatanras Polres Kediri Kota. Di belakangnya ada mobil yang mengangkut tersangka kedua, Azis Prakoso, warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Ketika dua tersangka datang, warga yang sudah stand-by  di TKP sontak meneriakinya. Teriakan semakin menjadi-jadi saat kedua pelaku digiring keluar dari mobil. Beberapa warga mengaku geram dengan melontarkan kata-kata agar keduanya dihukum seberat-beratnya.

Pembunuhan Budi Hartanto

BERUJUNG MAUT: Reka ulang perselisihan antara korban Budi (kanan) dengan tersangka Azis (kiri) di rumah kos tersangka Aris di Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Sedikit kericuhan tersebut bisa diatasi oleh petugas. Mereka meminta agar warga tenang dan tidak saling dorong saat melihat rekonstruksi kasus pembunuhan ini. “Petugas gabungan dari Polda, dan Polres Kediri Kota, Polres Kediri sudah menjag agar tidak ricuh,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.

Mulai sebelum petugas datang, antusias warga sekitar sudah sangat tinggi. Sebagian dari mereka mencoba menerobos masuk garis polisi agar bisa melihat dengan jelas. Namun seringkali aksi mereka itu ketahuan dan dipaksa keluar petugas.

Bahkan, sebagian warga nekat naik pohon. Upaya itu demi melihat dengan jelas wajah tersangka dan aksi-aksinya dalam menghabisi korban.

Warga yang menyaksikan rekonstruksi itu tak hanya berasal dari masyarakat desa setempat. Sebagian juga berasal dari lokasi yang relatif jauh. Seperti Kamsiah misalnya. Wanita berusia 54 tahun itu mengaku beralamat di Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Jaraknya beberapa kilometer dari tempat rekonstruksi. “Penasaran Mas,” aku Kamsiah ketika ditanya alasannya datang ke lokasi rekonstruksi.

Ia mengaku mendapatkan kabar dari tetangganya yang juga ramai-ramai menuju ke Desa Sambi untuk melihat reka ulang. Ia juga penasaran bagaimana kedua pelaku yang tega membunuh dan memutilasi korban. “Semoga dihukum dengan adil,” harapnya.

Antusias warga juga terlihat di sepanjang perjalanan dari warung nasi tersangka ke dam Sungai Gladak di Desa Mojosari, Kecamatan Kras, yang menjadi lokasi kedua. Sekitar pukul 12.30 WIB warga sudah memadati  jalanan desa yang tak terlalu besar itu. Kendaraan polisi agak tersendat karena terhalang kendaraan warga yang terparkir.

Menariknya, saat reka ulang di tempat itu usai dan petugas berpindah ke lokasi lain, warga juga ikut berpindah. Mereka pun mengikuti rombongan polisi. Tak ayal, suasana seperti ada pawai panjang menuju ke Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar.

Sesampainya di Jembatan Kali Temas Lama, warga juga memadati kiri dan kanan jalan. Ada puluhan warga yang sudah siap duduk di seberang sungai tempat di mana kedua pelaku membuang koper yang berisi tubuh korban.

Terdengar teriakan-teriakan dari warga saat melihat kedua pelaku melakukan reka ulang. “Pembunuhan keji seperti itu, semoga polisi menghukum pelaku dengan seberat-beratnya,” ujar Andi, salah satu warga.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia