Jumat, 24 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info UNBK Kediri: Laptop Trouble, Gunakan Cadangan

23 April 2019, 13: 28: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

unbk kediri

MONITORING: Kabid Dikdas Disdik Kabupaten Kediri Purwiaji (kiri) mengecek pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Gurah, kemarin (22/4). (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Gurah sempat diwarnai dengan gangguan perangkat kemarin. Ada sekitar 10 laptop yang bermasalah. Akibatnya, pelaksanaan ujian harus menggunakan perangkat cadangan.

Walaupun ada kendala mendadak seperti itu pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut tak terganggu. Pihak sekolah langsung menggunakan laptop cadangan yang tersedia. Sebelumnya, SMP Negeri 1 Gurah menyediakan 20 laptop untuk mengantisipasi munculnya gangguan seperti itu.

“Gangguan terjadi pada perangkat keras laptop. Seperti tombol keyboard yang mendadak tidak berfungsi,” ungkap Proktor Utama SMPN 1 Gurah Ika Wulan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Pihak proktor langsung menindaklanjuti keluhan yang dirasakan peserta itu. Penggantian perangkat dilakukan. Penggantian tidak perlu memakan waktu lama. Karena perangkat cadangan pun telah disiapkan. Pihak proktor tinggal menukar laptop yang trouble dengan cadangan.

Meskipun sempat diwarnai insiden tersebut, peserta tidak sampai panik. Pihak sekolah mengatakan telah memberikan edukasi dan pemahaman kepada peserta sebelumnya. Jika terjadi gangguan tidak akan menguarangi waktu ujian mereka.

Selain itu, gangguan tersebut tidak sampai mengganggu jadwal ujian. Karena telah diketahui sejak sebelum masuk sesi pertama. “Pada saat login sudah diketahui ada yang bermasalah. Langsung kami ganti dengan laptop cadangan,” jelas Ika.

Secara keseluruhan pelaksanaan ujian berjalan lancar. Seluruh siswa yang tercatat sebagai peserta bisa hadir. Totalnya sebanyak 348 siswa. Menurut Kepala SMPN 1 Gurah Wiwik Suharti, antusias muridnya cukup tinggi. Bahkan ada satu siswa tetap mengikuti ujian walaupun merasa badannya kurang fit.

“Kemungkinan karena tegang saat mengerjakan. Akhirnya perutnya sedikit ada keluhan. Kami telah berikan pertolongan pertama,” terang Wiwik sembari melihat muridnya mengerjakan soal ujian dari luar kelas.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Purwiaji juga menilai pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan lancar. Gangguan kecil yang muncul bisa diatasi sekolah masing-masing.

Menurut Purwiaji, mereka juga memonitoring pelaksanaan USBN SD yang juga berlangsung kemarin. Sama seperti pelaksanaan ujian SMP, pelaksanaan di tingkat SD juga lancar. Bedanya, untuk USBN SD tidak menggunakan komputer. Tapi masih menggunakan kertas.

Sementara itu, Disdik Kota Kediri dan Kantor Kemenag Kota Kediri melakukan sidak pelaksanaan UNBK SMP/MTs hari pertama kemarin. “Alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan ujian berbasis komputer di Kota Kediri,” kata Plh Wali Kota Kediri Budwi Sunu, saat sidak di beberapa sekolah kemarin.

Sunu menilai, banyak kelebihan dalam pelaksanaan UNBK. Yaitu lebih hemat biaya, praktis, dan juga meningkatkan integritas siswa.

Khusus soal integritas itu, menurut Sunu, kejujuran tetap harus menjadi prioritas utama. Termasuk peran pengawas yang sangat vital. “Jangan sekali-kali pengawas membantu siswa. Karena apa yang dilakukan oleh pengawas akan ditiru siswa. Untuk itu sebagai pengawas harus memberi contoh yang baik,” pesannya.

Di tempat yang sama, Kadisdik Kota Kediri Siswanto mengatkaan UNBK di Kota Tahu sudah disiapkan dengan baik. Termasuk telah mengantisipasi munculnya kendala. Hal itu membuat tak banyak hambatan yang terjadi pada hari pertama kemarin.

“Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian sekolah kemarin (pekan lalu, Red). Dari PLN dan Telkom juga berjalan dengan baik. Sehingga sampai detik ini tidak ada laporan mengenai hambatan dalam pelaksanaan UNBK,” jelasnya.

Terkait soal sesi ujian di sejumlah sekolah yang berbeda-beda, Siswanto mengatakan memang ada sekolah yang menggelar satu, dua, dan tiga sesi. “Yang jelas dari APBD Kota Kediri minimal sudah memberi alokasi tiga sesi. Tetapi bila sekolah atau lembaga bisa swadana, maka bisa dilakukan satu sesi atau dua sesi saja. Semua tergantung dari sekolah masing-masing,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala MTsN 2 Kota Kediri Hadi Suseno menyampaikan, semua persiapan UNBK telah dilakukan dengan baik oleh madrasahnya. Mulai dari infrastruktur, perangkat, proktor, teknisi, pengawas, dan panitia.

Menurut Hadi, di sekolahnya kebetulan ditempati oleh madrasah lain dalam pelaksanan UNBK kali ini. Yakni MTs Miftahul Falah. “Tidak menggabung. Mengadakan kegiatan sendiri tetapi peralatannya memanfaatkan di sini (MTsN 2, Red),” jelasnya.

Kepala Kemenag Kota Kediri M. Fachrur Rozi, dalam sidak, mengatakan bahwa ujian di Kemenag berbeda dengan yang digelar disdik. “Kami hanya punya 3 MTs negeri dan sekian banyak MTs swasta. Alhamdulillah dua-duanya sudah bisa melaksanakan ujian berbasis komputer,” jelasnya.

Di Kota Kediri, total peserta UNBK sebanyak 6.662 siswa. Mereka berasal dari SMP dan MTs baik negeri maupun swasta.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia