Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Features

Robot SMK Al Huda Kota Kediri Berjaya di IARC Nasional

Al Fatih Bertenaga Jerman Itu Taklukkan Lawan

23 April 2019, 12: 36: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

robotic

AHLI ROBOTIKA: Tim Magnum Tronic didampingi Kepala SMK Al Huda Rahadian Fatawi (kiri) dan pembina robotika dengan plakat dan trofi juaranya. (SMK Al Huda Kota Kediri for radarkediri.id  )

Tampil sebagai debutan, tim SMK Al Huda Kota Kediri mengukir prestasi membanggakan di ajang Industrial Automation and Robotic Competition (IARC) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Robot rakitannya menjadi yang tercepat kedua.

BAGUS ROMADHON

Modelnya mirip dengan mobil Tamiya. Salah satu mainan yang pernah hits pada 2000-an. Kecepatannya juga lumayan tinggi. Putaran mesinnya bisa mencapai 1.200 rpm. Namun, jangan salah. Itu bukan mainan mobil-mobilan yang dijalankan dengan baterai. Melainkan, robot.

Ya, robot yang menggunakan sistem kerja photodioda. Secara prinsip, sistem ini membuat robot dapat berjalan dengan mengikuti pantulan cahaya hitam maupun putih.

Robot tersebut buatan Tim Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Al Huda Kota Kediri. Namanya, Al Fatih. “Seperti namanya, Al Fatih diharapkan memiliki daya juang yang tinggi seperti Sultan Utsmani Muhammad Al Fatih dalam mengalahkan lawan-lawannya ketika penaklukan Konstantinopel,” jelas Abdian Putra Primana, pembina robotika SMK Al Huda Kota Kediri.

Al Fatih dirakit oleh tiga siswa SMK tersebut. Yakni, M. Bagus Hermanto, Sigit Wicaksono, dan Petrika Lubis Pradana. Mereka menamakan timnya Magnum Tronic. Tim inilah yang berjaya di kejuaraan robotika nasional, Industrial Automation and Robotic Competition (IARC), yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Magnum Tronic berhasil menjadi juara II pada kategori robot line tracer analog (LTA). “Alhamdulillah, tentu senang dan bangga atas capaian ini,” sebut M. Bagus Hermanto, salah satu anggota tim.

Bagaimana tidak bangga, mereka berhasil mengalahkan 36 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara, Magnum Tronic baru pertama kali itu tampil di ajang sejenis.

Digelar 12-14 April, kejuaraan ini menggunakan sistem seleksi yang cukup ketat. Total ada 36 tim yang ikut. Panitia kemudian menyisihkan 16 tim terbaik untuk maju ke babak selanjutnya. SMK Al Huda masuk di dalamnya.

Sesuai kategorinya, robotic line tracer analog, robot yang dirakit peserta harus bisa sampai ke titik finish dengan melintasi garis-garis yang telah disiapkan. Untuk bisa mengikuti garis lintasan itulah robot harus dilengkapi dengan sensor photodioda.

Di babak 16 besar ini, dipilih tim yang robotnya paling cepat sampai ke finish dengan melintasi garis lintasan secara aman. Yang melewati garis, kena shortcut dan harus mengulangi lagi dari start. Sistemnya knock out alias tanding. Satu lawan satu. Siapa yang paling cepat, itu yang menang ke babak berikutnya.

SMK Al Huda terus lolos. “Tapi, semakin mendekati juara, garis lintasannya juga semakin sulit,” tambah Petrika.

Di sinilah tim Magnum Tronic harus pintar memutar otak. Pemilihan jalur pada peletakan robot di garis awal cukup menentukan. “Jika salah menentukan jalur, robot bisa lebih lama sampai ke garis finish. Bahkan, bisa keluar jalur,” imbuh Petrika.

Strategi yang disiapkan Magnum Tropic cukup jitu. Mereka lolos hingga babak empat besar. Di babak terakhir ini, empat robot terbaik diadu dengan cara yang sama. Al Fatih masih mampu mengatasi lawan-lawannya. “Kami finish nomor dua,” lanjutnya.

Butuh waktu sekitar dua bulan bagi tim Magnum Tronic untuk merakit robot Al Fatih. Tidak begitu sulit karena ada modul panduannya. Apalagi, mereka sudah sering berlatih. “Seminggu, sekali sampai dua kali latihannya,” terang Abdian Putra yang juga kepala bengkel TITL.

Yang menantang adalah ketika mencari motor penggerak untuk Al Fatih. Mereka harus mendatangkannya langsung dari Jerman. Dengan motor itulah Al Fatih diharapkan bisa lebih cepat dalam bergerak. “Menunggunya lama, satu bulanan. Itu pun hanya boleh pesan dua item saja,” lanjut lulusan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Malang itu.

Selain mengikuti kategori line tracer analog (LTA), tim SMK Al Huda juga mengikuti kategori programmable logic controller (PLC) yang diwakili oleh Kharis Hanafi dan Dody Ahmadi Firmansyah. Setelah berjuang keras, mereka berhasil menempati posisi kelima dari 24 peserta yang datang dari seluruh wilayah Indonesia.

Kepala SMK Al Huda Kota Kediri M. Rahadian Fatawi merasa bangga atas prestasi tersebut. Dia berharap, ke depan akan lebih banyak siswa SMK Al Huda yang tertarik terhadap robotika. “Nanti akan kami wadahi dengan ekstrakurikuler robotika. Sehingga, nanti akan ada regenerasi,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia