Senin, 27 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Perindo dan Berkarya Berpeluang Dapat Kursi

Kapolres Nganjuk Mengecek Pengamanan Logistik

23 April 2019, 12: 06: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemilu

PERKETAT KEAMANAN: Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengecek pengamanan logistik di GOR Bung Karno. Dia memerintahkan anggotanya melakukan pengamanan berlapis. (Rekian - radarkediri.id)

NGANJUK–Di tengah dominasi partai politik (parpol) lama, sejumlah parpol baru berupaya mengais sisa kursi di daerah pemilihan (dapil). Sampai kemarin, hanya Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Berkarya yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Nganjuk.

Ketua DPD Partai Perindo Nganjuk Aries Sukariyono mengaku optimistis bisa mendapatkan satu kursi di dewan. Peluang tersebut dimiliki Muhammad Ibnu Khajar yang bertarung di daerah pemilihan (dapil) 5 (Loceret, Berbek, Sawahan, Ngetos). “Kami yakin dapat 1 kursi lewat Pak Ibnu,” kata Aries kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Seperti diberitakan, nama Ibnu memang masuk 50 besar calon legislatif (caleg) di pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Kabupaten Nganjuk. Dari hitung sementara di 3.591 tempat pemungutan suara (TPS), Ibnu menduduki peringkat ke-23 dengan 5.697 suara.

Dengan perolehan di atas 5.000 suara, Aries mengatakan, peluangnya sangat besar. Hal itu mengingat caleg yang lolos rata-rata meraup sekitar 4.000-7.000 suara. “Tinggal kami menghitung perolehan suara partai secara keseluruhan,” lanjutnya.

Saat ini, Aris menjelaskan, saksi dari Perindo masih memantau rekapitulasi di tingkat kecamatan. Setelah semua terekap, dia baru bisa memastikan jumlah kursi yang didapat.

Bagaimana dengan caleg lain? Aries menyadari peluang caleg di dapil lain sangat kecil untuk mendapat kursi. Sebab, rata-rata perolehan suaranya di bawah 1.000 suara. “Yang lain berat,” terangnya sembari menyebut sebelumnya Perindo menargetkan bisa mendapat 5 kursi yang tersebar di masing-masing dapil.

Terpisah, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Nganjuk Djoko Muhadi menjelaskan, salah satu calegnya juga berpeluang mendapat 1 kursi di daerah pemilihan (dapil) 2 (Baron, Gondang, Ngluyu, Jatikalen, Patianrowo, Lengkong). “Pak Darminto yang berpeluang,” ungkap Djoko.

Dari hitung sementara, mantan Camat Lengkong itu mendulang 1.349 suara. Djoko mengungkapkan, pihaknya tinggal menghitung perolehan total suara parpol di dapil tersebut dan caleg-caleg dari parpol lain. “Kami belum hitung semuanya,” tegasnya.

Untuk diketahui, jika Perindo dan Partai Berkarya berpeluang mendapat kursi, tidak demikian dengan beberapa partai baru lainnya. Termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Garuda yang bisa dipastikan tidak mendapatkan kursi. Sebab, mayoritas perolehan suara caleg mereka di bawah 1.000 suara.

Sementara itu, rekap suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) kemarin tetap dikawal ketat petugas polisi. Bahkan, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta melakukan sidak ke PPK hingga gudang penyimpanan logistik pemilu di GOR Bung Karno.

Ditemui koran ini, Dewa mengungkapkan, pihaknya mengawal ketat proses rekapitulasi di PPK. Demikian juga dengan pergeseran logistik dari PPK ke gudang KPUD Nganjuk.

Setidaknya ada 10 personel yang ditugaskan untuk mengawal pergeseran logistik tersebut. “Lima personel mengawal di depan, lima lainnya di belakang,” terang Dewa.

Keberadaan personel pengamanan itu, menurut Dewa untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, jika dalam perjalanan ke gudang KPU ternyata ban truk yang mengangkut logistik bocor, mereka harus memastikan logistik tersebut tetap aman.

Pengamanan yang lebih ketat, menurut Dewa juga dilakukan di gudang logistik KPUD Nganjuk. Di sana, Dewa memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan berlapis. “Tidak hanya pengamanan di dalam. Di luar juga (diamankan, Red),” perintah Dewa saat mengecek keamanan logistik di GOR Bung Karno, kemarin.

Dewa juga memerintahkan anggotanya melarang siapapun masuk ke dalam gudang tanpa izin. Orang yang masuk ke dalam gudang diwajibkan mengisi buku tamu.

Untuk diketahui, hingga kemarin sore total ada 11 PPK yang rekapitulasinya belum selesai. Adapun sembilan PPK yang sudah menyelesaikan rekapitulasi adalah Kecamatan Wilangan, Ngluyu, Gondang, Jatikalen, Berbek. Ada pula Baron, Sukomoro, Patianrowo dan Lengkong.

Khusus untuk PPK yang sudah menuntaskan rekapitulasinya, mereka langsung mengirim logistik ke gudang KPUD Nganjuk. Ketua KPUD Nganjuk Yudha Harnanto meminta PPK lain untuk tidak terburu-buru melakukan rekapitulasi. “Waktu penghitungan itu ada sepuluh hari,” terang Yudha sembari mengingatkan agar rekapitulasi lengkap dan tidak bermasalah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia