Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Features

Bawa Pulang Telur Paskah usai Ibadah

Ambil Tulisan Ayat Injil sebagai Pengingat

22 April 2019, 11: 34: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Paskah

SIMBOL KEHIDUPAN: Jemaat GUPDI Nganjuk mengambil telur Paskah usai mengikuti kebaktian yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, kemarin siang. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Umat Nasrani merayakan Paskah dengan khidmat di Gereja Utusan Budi Pantekosta (GUPDI) Nganjuk, kemarin. Para jemaat beribadah dari pagi hingga siang hari. Setelah rangkaian ibadah usai,  mereka membawa telur Paskah yang dibagikan di gereja.

Ibadah di gereja yang beralamat di Jl A Yani, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu dipimpin Pendeta Lukas Budi Prihatin. Dimulai sekitar pukul 09.00, perayaan Paskah diawali dengan sembahyang memuja Tuhan. Setelah itu, pendeta menyampaikan khotbat tentang pergobanan Yesus Kristus kepada umat manusia.

Sebelum ibadah ditutup sekitar pukul 11.00, pendeta memanjatkan doa untuk keselamatan seluruh jemaat. Kemudian, setiap jemaat mengambil telur yang diletakkan di meja dekat mimbar. Selain membawa telur, jemaat juga mengambil satu ayat di kitab Injil yang ditulis di secarik kertas.

Pendeta Lukas mengatakan, telur paskah bukti adanya kehidupan. Dari yang awalnya gelap menuju kehidupan baru. Melalui telur tersebut, jemaat dingatkan agar selalu mensyukuri kehidupan yang diberikan Tuhan. “Kita hidup berawal dari telur,” ujar Lukas usai ibadah.

Setiap jemaat yang mendapat telur, lanjut Lukas, juga mengambil secarik kertas yang bertuliskan ayat-ayat di kitab. Setiap orang mendapatkan ayat yang berbeda. “Jadi diambil acak. Ayatnya berbeda-beda setiap jemaat,” ungkap pria asli Nganjuk ini.

Dengan mengambil lalu membaca ayat tersebut, menurut Lukas bisa menjadi refleksi untuk umat. Selain itu, isinya juga berupa teguran dan penguatan dalam menjalani kehidupan di dunia. “Tergantung mendapat ayat yang bagian mana. Intinya sebagai pengingat,” terangnya.

Dia menambahkan, perayaan Paskah dimaknai sebagai kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Sebelumnya, dua hari lalu jemaat sudah melaksanakan ibadah Jumat Agung untuk memperingati kematiannya.

Setelah dibangkitkan, Lukas mengatakan, Yesus menjadi juru selamat bagi umat Nasrani. Dia yang akan menjadi jaminan keselamatan manusia di kehidupan kelak. Karena itulah, sebagai umat yang beriman, jemaat memberikan perhormatan kepada Yesus Kristus.  “Sebab, Tuhan telah memberikan keberkatan kepada manusia,” imbuh Lukas.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia