Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Features

SMA Negeri 1 Wates Borong Gelar di O2SN Pencak Silat

Kompak karena Berlatih Bersama sejak SMP

22 April 2019, 11: 32: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

prestasi sman 1 wates

BANGGA: Kepala SMAN 1 Wates Purnomo di antara para siswa peraih juara silat dalam O2SN, Destriyani, Sigit, dan Titik. (Bagus Romadhon - radarkediri.id)

Tiga siswa dari SMAN 1 Wates ini nyaris mendominasi cabang pencak silat dalam O2SN Kabupaten Kediri. Tiga gelar juara mereka dapatkan. Jadi jalan mereka berprestasi di jenjang yang lebih tinggi.

BAGUS ROMADHON

Beberapa orang berkumpul di ruang kepala SMAN 1 Wates Kediri. Salah seorang di antaranya adalah sang pemilik ruangan, Purnomo. Wajah kepala sekolah itu menampakkan kegembiraan. Penyebabnya, tiga siswanya baru saja menorehkan prestasi cemerlang. Menyabet juara dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat untuk tingkat Kabupaten Kediri. “Tentu kami senang dan bersyukur,” ucap Purnomo kepada Jawa Pos Radar kediri.

Tiga siswa itu hampir menyapu bersih seluruh kategori yang dipertandingkan. Dari empat nomor, mereka menyabet tiga di antaranya. Juara 1 kategori seni tunggal putra oleh Sigit Cahyono, juara 1 kategori seni tunggal putri oleh Destriyani Arinda Pratiwi, dan juara 1 kategori tanding putri C oleh Titik Puspitasari.

Satu kategori yang tidak diraih Smanewa adalah kategori tanding putra. “Sebenarnya ada (perwakilannya) tapi karena berat badannya yang tak sesuai akhirnya tak ikut,” jelas Sigit.

Perjuangan mereka tidak semudah yang dibayangkan. Perlu latihan panjang dan Intesif. “Karena memang tak ada yang instan agar memiliki kemampuan yang hebat,” aku Sigit.

Ketiga siswa ini menggeluti dunia persilatan sejak duduk di SMP. Mereka pun berada di satu sekolah yang sama dan dan satu perguruan pencak silat yang sama pula. “Memang sejak dulu (SMP, Red) kami sudah kenal,” urai siswa yang tahun lalu juga menembus O2SN Jatim tersebut.

Sejak menjadi satu perguruan pencak silat itulah mereka memiliki metode yang hampir sama. Itu juga karena pelatih mereka sama, Aprilianto Romadhon.

Salah satu fokus latihan mereka adalah peningkatkan kualitas fisik. Jenis latihan seperti sit up, pull up, back up, hingga lari mereka lakukan secara intensif. “Biasanya setelah habis salat, 50 kali (sit up, pull up, back up) latihannya. Karena kekuatan fisik itu ndak bisa tiba-tiba langsung jadi begitu saja,” sambung siswa yang bercita-cita menjadi enterpreneur tersebut.

Di sekolah mereka juga berlatih bersama. Biasanya seminggu satu hingga dua kali. Latihannya pagi sebelum jam sekolah atau sepulang sekolah hingga waktu maghrib. Sekali latihan bisa dua hingga tiga jam.

Saat berlaga, tekanan mental merupakan handicap paling besar. Karena itu sudah mereka persiapkan sejak awal. “Untungnya kami sudah sering bertanding sejak SMP,” tambahnya.

Keberhasilan tiga siswa ini sangat disyukuri pihak sekolah. Artinya, ada 3 siswa Smanewa -sebutan khas SMAN 1 Wates- yang akan mewakili Kabupaten Kediri di tingkat Provinsi Jatim. Rencananya O2SN Jatim itu akan dihelat usai Lebaran. Karena itu mereka menerapkan tips untuk tetap menjaga stamina menjelang O2SN provinsi mendatang. Yakni dengan menyiapkan fisiknya sebelum puasa. “Jadi pas puasa latihannya bisa lebih ringan,” kata Sigit lagi.

Purnomo mengatakan bakal berusaha meningkatkan semangat anak-anak didiknya itu. “Kami beri reward untuk anak-anak yang berprestasi,” ucapnya.

Reward tersebut akan dimasukan dalam standar operasional prosedur (SOP) di SMAN 1 Wates. Agar bisa meningkatkan prestasi anak-anak. Salah satu terlihat dari banyak siswa yang lolos di SMNPTN. Peningkatannya hampir 2 kali lipat dibanding tahun lalu. “Hingga saat ini sudah 27 siswa,” tambah kasek yang ramah ini.

Ia berharap untuk SBNMPTN siswa SMAN 1 Wates yang berhasil juga terus bertambah. “Yang pasti ke depan kami berharap prestasi akademik maupun non akademiknya terus lebih baik,” harapnya.

Untuk meningkatkan prestasi itu Smanewa meluncurkan branding baru. Yakni Smart Actions, Changes, and Success (SACS). Smart actions bermakna setiap tindakan harus dilakukan dengan cerdas, baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual. Changes berarti semua harus bersikap dinamis dan peka terhadap perubahan secara positif. Success adalah muara dari aksi dan perubahan.

“Tujuan utama dari semua upaya pendidikan di Smanewa adalah kesuksesan para peserta didik,” tambah Purnomo.

Pada tahun pelajaran 2019/2020 Smanewa akan menerima 10 rombel. Atau 360 siswa baru. Smanewa siap menerima dan merupakan pilihan yang tepat bagi lulusan SMP/MTs di Kecamatan Wates dan sekitarnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia