Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Events

Uniknya Kartinian di Rumah Masa Kecil Bung Karno

22 April 2019, 10: 44: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

kartinian di ndalem pojok

SEIRAMA: Sepasang ibu dan anak berjalan di lintasan peragaan busana yang digelar di Situs Ndalem Pojok. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Banyak cara unik dalam memperingati Hari Kartini. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kampung Kebangsaan Situs Ndalem Pojok, Desa Pojok, Wates. Di rumah masa kecil Bung Karno ini, puluhan ibu-ibu mengikuti perlombaan yang khas dengan salah satu pahlawan nasional tersebut. Mulai dari lomba memakai jarit hingga memeragakan busana kebaya ala Kartini.

Para peserta yang datang dari beragam kalangan itu serius mengikuti rangkaian acara. Mereka terlihat sibuk menata jarit yang akan dikenakannya di hadapan para juri. Beberapa ada yang tampak kesulitan. Namun kebanyakan sudah lihai mengenakan kain khas Jawa tersebut.

Ketua Panitia Afifah Khairunisa menyampaikan bahwa rangkaian acara ini merupakan salah satu agenda peringatan Hari Kartini tahun ini. Selain perlombaan melipat jarit, sebelumya juga ada workshop tentang jarit. “Workshop itu membahas cara memakai jarit sekaligus dilombakan. Pesertanya adalah ibu-ibu,” kata Afifa kepada Jawa Pos Radar Kediri.

ndalem pojok

BERLOMBA: Sejumlah ibu-ibu sedang memakai jarit. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Dia berharap, dengan agenda seperti itu membuat perempuan di era milenial tetap bisa nguri-nguri (merawat) budaya. Terutama budaya berpakaian adat Jawa, yakni jarit dan kebaya. Sekaligus sebagai pemantik semangat agar tetap selalu ingat terhadap salah satu pahlawan nasional perempuan yang dimiliki Indonesia, RA Kartini. “Sebab yang diketahui selama ini pakaian jarit dan kebaya selalu melekat pada Kartini,” imbuhnya.

Usai pelatihan dan perlombaan mengenakan jarit, peserta lain juga telah siap dengan perlombaan fashion show Mama Mia. Yakni peragaan busana khas Jawa jarit dan kebaya berpasangan antara ibu dan anak. Sang mama beserta putra/putrinya berjalan bak peragawati di hamparan karpet merah yang disediakan panitia.

“Senang campur deg-degan. Soalnya ini baru pertama kali ikut lomba peragaan busana,” kata Endah Susilowati, salah seorang peserta.

Menurutnya perlombaan seperti ini sangat bagus. Selain mengenalkan budaya pakaian khas Jawa juga bisa menjadi pengingat perjuangan Kartini yang dahulu juga mengenakan pakaian seperti itu.

Yang menarik, dalam lomba fashion show itu ada syarat khusus yang lain dari yang lain. Peserta harus mengucap kata Pancasila dan juga Merdeka. Menurut panitia, hal itu untuk menambah semangat juang dan selalu teguh pada Pancasila.

Semakin siang suasana di halaman Situs Ndalem Pojok semakin ramai. Sorak penonton menyemangati peserta lomba yang berlenggak-lenggok memeragakan busana mereka. Membuat suasana semakin semarak.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati jajanan tradisional . Karena panitia juga menggelar Pasar Wisata yang tersedia di samping area Situs Ndalem Pojok.

Pengelola Situs Persada Soekarno Kushartono menyampaikan bahwa Bung Karno selalu mengingatkan tentang ‘Jas Merah’ yang merupakan akronim dari kata-kata ‘ jangan sekali-sekali melupakan sejarah’.

“Dan itu pesan Bung Karno pada pidato terakhir menjadi presiden. Artinya ada pesan besar kepada bangsa ini jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” ujarnya.

Nah, pada Hari Kartini ini juga ada pahlawan-pahlawan lain yang terlupakan dan tidak ikut diperingati. Sehingga kemarin di Ndalem Pojok, selain memperingati Hari Kartini, juga memperingati sejumlah tokoh lain. Seperti Raden Mas Sosrokartono, kemudian hari lahir Raden Mas Darojatun (Hamengkubuwono IX). Selanjutnya ada Dr Raden Kanjeng Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat. Ketiga tokoh ini juga lahir pada 21 April. “Mereka juga pahlawan, juga punya jasa besar,” jelasnya.

Untuk itu Kus juga berharap bahwa hari lahir mereka bisa diingat. Termasuk peran dalam kemerdekaan Republik Indonesia ini. “Hal ini supaya kita bangga bahwa nenek moyang kita orang-orang yang baik. Orang-orang yang berjasa,” harapnya.

Setidaknya, dengan demikian para penerus bangsa saat ini bisa menirukan kebaikan  yang dilakukan para pahlawan itu. Termasuk dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April. Tak hanya memperingati saja namun gambaran dan semangat juang Kartini diharapkan bisa ditiru oleh penerus bangsa ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia